KAREBAKALTIM.com, BONTANG – DPRD Bontang mengungkap sejumlah kendala yang membuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berjalan optimal di lapangan, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, menjelaskan bahwa selain faktor teknis, pemenuhan tenaga pendukung menjadi tantangan utama dalam percepatan program tersebut.
Ia menyebut, kebutuhan tenaga kerja seperti ahli gizi semakin sulit dipenuhi karena aturan teknis yang diperketat, sementara jumlah tenaga profesional di bidang tersebut masih terbatas secara nasional.
“Persyaratan tenaga pendukung semakin ketat, khususnya untuk tenaga ahli gizi. Di sisi lain, ketersediaannya terbatas sehingga berdampak pada pelaksanaan program,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Kondisi tersebut berpengaruh pada operasional dapur MBG yang belum sepenuhnya berjalan, meskipun sebagian fasilitas sudah tersedia.
“Beberapa dapur sudah dibangun, tetapi belum bisa difungsikan karena tenaga pendukungnya belum terpenuhi,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan ini semakin terasa di wilayah dengan akses terbatas atau kategori 3T, yang hingga kini masih menghadapi kendala dalam implementasi program.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis pelaksanaan MBG dapat segera berjalan menyeluruh sesuai target pemerintah pusat.
“Diharapkan seluruh kendala teknis bisa diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga target pelaksanaan program secara penuh dapat tercapai,” pungkasnya. (Adv)
