KAREBAKALTIM.com, BONTANG – DPRD Bontang mendorong pemerintah kota segera menyusun basis data yang akurat terkait anak dengan gangguan spektrum autisme sebagai langkah awal penanganan yang lebih terarah.
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, menilai hingga saat ini belum ada data pasti yang bisa dijadikan rujukan dalam merancang kebijakan intervensi.
Ia menegaskan, tanpa pendataan yang jelas, upaya penanganan akan sulit dilakukan secara tepat sasaran.
“Pendataan ini penting agar pemerintah punya gambaran utuh, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan sesuai kebutuhan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026)
Menurutnya, pemerintah juga perlu melakukan kajian menyeluruh untuk memahami berbagai faktor yang memengaruhi meningkatnya kasus gangguan perkembangan saraf pada anak.
“Kita tidak hanya butuh data, tapi juga analisis penyebabnya supaya langkah penanganan dan pencegahan bisa dirumuskan dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses diagnosis autisme yang tidak sederhana menjadi alasan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah, baik dalam pendataan maupun penyediaan layanan pendukung.
Lebih lanjut, pihaknya berharap langkah ini dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan, melalui intervensi dini yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
“Karena proses identifikasinya cukup kompleks, maka perlu keseriusan pemerintah agar penanganannya tidak terlambat,” katanya. (Adv)
