KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memperkuat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram agar harga di tingkat masyarakat tetap sesuai ketentuan dan tidak terjadi kelangkaan.
Menurut Andi Faizal, pengendalian harga LPG bersubsidi harus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kepolisian, hingga pihak-pihak terkait lainnya. Ia menilai sinergi tersebut penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kita sudah punya harga acuan tertinggi (HET), kemudian bagaimana menjaga agar tidak terjadi kelangkaan di pasar. Tentunya perlu koordinasi antara dinas, Polres, dan semua pihak terkait,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Ia menegaskan, apabila pengawasan berjalan dengan baik, maka harga LPG 3 kilogram di lapangan seharusnya tidak melampaui batas kewajaran yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh LPG bersubsidi dengan harga yang sesuai ketentuan. Karena itu, setiap indikasi penyimpangan distribusi maupun penjualan di atas HET perlu segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Andi Faizal juga mendorong pemerintah untuk rutin melakukan monitoring terhadap pangkalan dan jalur distribusi LPG agar pasokan tetap tersedia, terutama saat permintaan masyarakat meningkat.
“Kalau semua berjalan baik, saya kira tidak mungkin ada harga yang berada di atas angka kewajaran,” tegasnya.
Ia berharap langkah pengawasan yang konsisten dapat memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus mencegah praktik-praktik yang merugikan konsumen.
“Pihaknya akan terus mendorong pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok dan energi bersubsidi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
