KAREBAKALTIM.com, Samarinda – Warga Kota Samarinda yang sedang berulang tahun kini dapat memanfaatkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin serta mencegah penyakit sejak dini.
Menurut informasi yang dihimpun, program ini telah dimulai sejak Februari 2025 dan akan berlangsung dalam beberapa tahap. Di Kota Samarinda sendiri, telah dilakukan uji coba di beberapa Puskesmas yang ada.
Pemeriksaan meliputi skrining penyakit tidak menular seperti diabetes, kolesterol, kesehatan gizi, jantung, gigi, serta konsultasi dengan dokter.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih, menyebutkan bahwa program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.
“Kami sangat mendorong warga untuk memanfaatkan program ini. Dengan deteksi dini, kita bisa mencegah penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya, Selasa (18/2/2025).
Bagi yang ingin mengikuti program ini dapat mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat, sebuah platform resmi yang telah disediakan oleh pemerintah. Aplikasi tersebut bisa diundug melalui PlayStore atau AppStore.
Setelah mendaftar dengan cara mengisi data diri, peserta akan menerima notifikasi pesan konfirmasi. Selanjutnya, pendaftar dapat memilih fasilitas kesehatan terdekat yang telah ditunjuk sebagai lokasi pemeriksaan.
Pendaftar diharapkan membawa KTP/KK/KIA, kode tiket, dan hasil skrining mandiri saat ingin melakukan cek kesehatan gratis. Hasil pemeriksaan dapat dicek melalui aplikasi Satu Sehat.
Selain melalui aplikasi, masyarakat juga dapat langsung datang ke puskesmas atau rumah sakit yang berpartisipasi dalam program ini dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat utama.
Terakhir, dr. Ismed Kusasih juga menekankan, bahwa pihaknya akan terus mensosialisasikan program ini melalui berbagai macam cara. Mulai dari media, kelurahan, hingga ke masyarakat secara langsung.
“Karena ini program nasional, makanya kami gencar mensosialisasikan program ini. Harapannya semua Puskesmas di Samarinda memiliki fasilitas yang baik agar program ini dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (Bey)



