KAREBAKALTIM.com, Pakistan – Perundingan AS dan Iran menemui jalan buntu. Delegasi Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance secara resmi meninggalkan meja perundingan dengan Iran di Ibu Kota Pakistan, Islamabad, Minggu (12/4/2026).
Dikutip tirto.id., delegasi AS meninggalkan Islamabad karena ketiadaan titik temu dengan Iran dalam negosiasi selama 21 jam tersebut. Menurut Vance, salah satu penyebab kebuntuan diskusi karena Iran menolak poin kesepakatan yang diajukan AS yaitu penghentian pengembangan senjata nuklir. Dalam proses negosiasi tersebut, menurut Vance, dirinya terus berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump.
“Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kita,” imbuh Vance.
Di sisi lain, delegasi Iran memberi keterangan berbeda. Menurut pihak Iran, negosiasi dengan AS tersebut akan terus berkesinambungan. Berbeda dengan AS yang telah mencapai titik buntu, Iran justru menyebut, diskusi lanjutan akan lebih fokus pada pertukaran dokumen guna menunjang kesepakatan kedua negara.
“Negosiasi akan berlanjut meskipun masih ada beberapa perbedaan,” jelas pemerintah Iran di akun X.
Dalam proses negosiasi tersebut, delegasi AS yang dipimpin Vance terdiri dari utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner. Sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Selain itu, pihak Iran juga membawa sejumlah barang pribadi milik warga sipil korban serangan rudal AS. (int)
