KAREBAKALTIM.com, BONTANG Suasana malam di kawasan pesisir Bontang Kuala mendadak riuh, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 20.00 Wita. Warga Jalan Piere Tendean dikejutkan kemunculan seekor buaya liar yang terlihat berada tepat di bawah rumah panggung mereka. Kecemasan pun menyebar cepat, mengingat area tersebut terhubung langsung dengan perairan yang sering dilalui warga.
Buaya yang muncul disebut memiliki ukuran yang cukup mencolok. Kehadirannya membuat warga memilih menjauh dari tepi rumah dan langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang. Mereka khawatir hewan predator itu dapat naik ke area rumah atau menyerang warga yang melintas.
Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, menyampaikan bahwa laporan warga diterima sekitar pukul delapan malam. Tim langsung dikerahkan untuk memastikan kondisi aman sebelum melakukan tindakan lanjutan. “Laporannya masuk cepat, warga melihat ada pergerakan buaya di bawah rumah panggung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan sesegera mungkin. Saat tiba di lokasi, tim menghadapi medan yang tidak mudah. Kondisi malam yang gelap, licin, dan sempit menjadi tantangan tersendiri, terlebih buaya sempat bergerak di antara tiang-tiang rumah warga.
“Kami utamakan keselamatan warga lebih dulu. Evakuasinya dilakukan hati-hati,” katanya.
Proses penangkapan berlangsung kurang lebih 15 menit. Menggunakan peralatan standar satwa liar, petugas berhasil menjerat bagian mulut dan tubuh buaya agar tidak membahayakan. Setelah dikendalikan, buaya kemudian dinaikkan ke perahu kecil dan dibawa menuju Markas Komando Disdamkartan untuk penanganan lanjutan.
Sarkani memastikan bahwa hewan tersebut sudah diamankan dan tidak lagi menimbulkan ancaman di kawasan permukiman pesisir itu. “Buaya sudah berhasil kami amankan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa area pesisir Bontang Kuala memang menjadi habitat alami beberapa satwa liar, sehingga potensi kemunculan hewan semacam ini selalu ada. Pemerintah meminta warga lebih waspada dan tidak mengambil tindakan sendiri.
“Segera laporkan kalau melihat satwa berbahaya,” ujar Sarkani.
Menurutnya, penanganan profesional diperlukan agar tidak menimbulkan risiko baru bagi warga.Evakuasi ini menambah daftar panjang respons cepat Disdamkartan dalam penanganan satwa liar di Kota Bontang. Upaya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kehati-hatian warga pesisir tetap harus dijaga, terutama di malam hari ketika pergerakan satwa lebih aktif.



