KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang kembali menunjukkan perannya dalam menangani kasus nonkebakaran yang berpotensi merugikan warga. Selama Oktober 2025, Disdamkartan mencatat satu kali kegiatan eksekusi sarang rayap di kawasan permukiman Perum Pesona Bukit Sintuk Blok G1.
Kegiatan tersebut berlangsung setelah warga melaporkan adanya sarang rayap di dalam bangunan rumah yang sudah mulai merusak struktur kayu, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan serius apabila tidak segera ditangani.
Mendapat laporan tersebut, Disdamkartan Bontang segera mengerahkan lima personel rescue ke lokasi menggunakan satu unit armada operasional. Proses eksekusi sarang rayap membutuhkan waktu cukup lama, yakni sekitar dua jam 30 menit, karena petugas harus memastikan seluruh koloni rayap benar-benar dibersihkan hingga ke sumber sarangnya.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, membenarkan adanya penanganan tersebut dan menyebut eksekusi dilakukan dengan prosedur yang aman dan terkendali. “Penanganan sarang rayap bukan hanya sekadar membasmi, tapi memastikan agar tidak muncul kembali. Itulah sebabnya prosesnya cukup memakan waktu,” jelas Amiluddin, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, rayap meskipun terlihat kecil, dapat menimbulkan kerugian besar bila dibiarkan. Kerusakan struktur bangunan akibat rayap bisa menyebabkan kerugian materi hingga membahayakan keselamatan penghuni rumah.
“Banyak kasus rumah rusak parah karena rayap. Kami mengimbau warga agar segera melapor bila menemukan tanda-tanda seperti serbuk kayu atau kayu yang keropos,” imbuhnya.
Selain penanganan sarang rayap, selama Oktober 2025 Disdamkartan Bontang juga melakukan berbagai kegiatan rescue nonkebakaran lainnya. Di antaranya evakuasi satwa liar, penyelamatan warga terkunci di dalam bangunan, penanganan korsleting listrik, hingga penanganan pohon tumbang.
Amiluddin menegaskan bahwa layanan Disdamkartan terbuka 24 jam untuk seluruh masyarakat Kota Bontang. “Bukan hanya kebakaran, segala kondisi darurat yang mengancam keselamatan warga dapat kami tangani,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya deteksi dini potensi bahaya di lingkungan masing-masing, sehingga risiko kerugian bisa ditekan. “Kami siap membantu, tapi pencegahan tetap yang utama. Warga harus peka terhadap kondisi rumah dan lingkungan,” tutup Amiluddin



