KAREBAKALTI.com, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) memastikan pembangunan polder di Kelurahan Tanjung Laut akan segera dimulai tahun ini. Proyek pengendali banjir tersebut telah masuk dalam penganggaran tahun 2026 dengan dukungan bantuan keuangan.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Edi Prabowo, mengatakan pembangunan polder yang berlokasi di Jalan Selat Karimata itu telah dialokasikan anggaran yang cukup besar, termasuk tambahan dari bantuan keuangan.
“Untuk polder Tanjung Laut itu memang sudah dianggarkan tahun ini. Ada juga bantuan keuangan yang masuk, sehingga total anggaran yang disiapkan sekitar Rp43 miliar,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah masih memberikan toleransi kepada sejumlah warga yang rumahnya berada di area proyek. Hal ini karena sebagian dari mereka masih dalam proses membangun rumah baru untuk tempat relokasi.
“Kita masih kasih spare waktu sampai April bagi warga yang meminta kelonggaran karena rumah barunya masih dalam proses pembangunan. Setelah itu baru kita mulai untuk pembangunan polder,” jelasnya.
Polder yang akan dibangun di Jalan Selat Karimata, Kelurahan Tanjung Laut, direncanakan memiliki luas lahan sekitar 15.067 meter persegi. Dari total luasan tersebut, area genangan air diperkirakan mencapai sekitar 10.018 meter persegi.
Menurutnya, keberadaan polder ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir di kawasan tersebut, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.
“Selain untuk pengendalian banjir, air yang tertampung di polder itu juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bontang,” katanya.
Pembangunan polder ini diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan genangan dan banjir di wilayah Tanjung Laut sekaligus mendukung ketersediaan sumber air baku di Kota Bontang.
