KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Industri di DPRD Bontang menekankan pentingnya penguatan edukasi kebencanaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.
Sekretaris Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang, menilai penyampaian informasi dan pelaksanaan simulasi keadaan darurat masih perlu diperluas agar dapat menjangkau seluruh warga yang berpotensi terdampak, bukan hanya melalui perwakilan kelurahan atau tokoh masyarakat.
Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mitigasi bencana industri. Karena itu, regulasi yang tengah disusun perlu memastikan setiap warga di kawasan berisiko memiliki pengetahuan yang sama mengenai prosedur penyelamatan diri.
“Jangan sampai pengetahuan soal keselamatan hanya berhenti di perwakilan. Warga yang berada di kawasan rawan harus mendapatkan kesempatan mengikuti edukasi dan simulasi secara langsung agar siap ketika kondisi darurat benar-benar terjadi,” katanya, Selasa (14/7/2026).
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan simulasi harus disusun berdasarkan pemetaan wilayah berisiko sehingga program edukasi benar-benar menyasar masyarakat yang memiliki potensi terdampak paling besar.
Menurutnya, perusahaan memiliki sumber daya yang memadai untuk melaksanakan sosialisasi dan latihan secara berkala sebagai bagian dari tanggung jawab dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di sekitar area operasional.
Menanggapi masukan tersebut, HSE Superintendent KPI, Amrih, menjelaskan perusahaan selama ini telah menyampaikan informasi pelaksanaan emergency drill melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan surat pemberitahuan kepada pemerintah kelurahan.
Ia menambahkan, pemberitahuan juga dilakukan sebelum pengujian sirene agar masyarakat memahami bahwa bunyi sirene merupakan bagian dari simulasi, sehingga tidak menimbulkan kepanikan.
“Kami selalu menginformasikan jadwal kegiatan melalui media sosial dan surat ke kelurahan. Begitu juga saat ada pengujian sirene, masyarakat kami beri pemberitahuan terlebih dahulu agar memahami bahwa itu merupakan bagian dari latihan keadaan darurat,” jelas Amrih. (Adv)
