KATEBAKALTIM.com,BONTANG – Warga kawasan permukiman atas laut Malahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah, kini menghadapi persoalan kebersihan setelah fasilitas penampungan sampah utama di wilayah tersebut roboh pada Kamis (23/4/2026) malam sekitar pukul 19.30 Wita.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ambruknya fasilitas tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga dalam mengelola sampah rumah tangga. Warga kesulitan menampung sampah sebelum diangkut oleh petugas kebersihan, sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan di permukiman.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta jajaran pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk lebih sigap dalam menangani persoalan di lapangan tanpa harus menunggu instruksi langsung dari kepala daerah.
“Saya bilang, lurah harus gerak cepat, jangan menunggu wali kota. Turun langsung ke lapangan bersama RT, koordinasi dan minta bantuan,” ujarnya, (27/4/2026).
Ia menegaskan bahwa setiap persoalan di tingkat bawah seharusnya dapat diselesaikan terlebih dahulu oleh perangkat wilayah seperti RT, lurah, dan camat melalui koordinasi yang baik, termasuk dengan memanfaatkan dukungan pihak lain atau perusahaan melalui program tanggung jawab sosial.
Menurutnya, pemerintah daerah juga membuka ruang bagi kolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan fasilitas publik, termasuk penggantian atau pembangunan kembali sarana penampungan sampah yang rusak.
“Kalau tidak ada permohonan dari RT atau lurah, kita juga tidak bisa bergerak. Jadi harus aktif,” katanya.
Neni juga menekankan pentingnya respons cepat dari aparat wilayah dalam menyelesaikan masalah di tingkat masyarakat. Ia bahkan mengingatkan agar pejabat di tingkat bawah tidak ragu untuk mengevaluasi diri jika tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Kalau tidak sanggup menyelesaikan masalah, ya silakan evaluasi diri. Camat dan lurah itu ujung tombak pelayanan,” tegasnya. (Adv)
