KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Upaya meningkatkan kemampuan teknis penyelamatan di medan ekstrem terus dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang. Terbaru, 32 personel rescue diterjunkan dalam latihan bersama slope rescue di kawasan operasional PT Indominco Mandiri (IMM), sebuah lokasi yang dikenal memiliki kontur terjal dan menantang.
Latihan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Disdamkartan Nurbaenadidampingi Kabid Pengendalian Operasional Sarkani, serta Kasi Penyelamatan dan Investigasi Fitriansyah. Sementara dari pihak IMM hadir jajaran keselamatan perusahaan, seperti Kamaruddin (Permit License), Muhammad Mukhibin (Mine Safety), Ibnu Hamam Maruf (Safety Management & Supervisory), Didik Wahyu Setiawan (Head of ERT), dan Junaid (Foreman ERT). Pelatihan teknis dipandu instruktur ERT IMM, Ahmad Jamal.
Kegiatan dimulai sejak pagi melalui sesi induksi. Di tahap ini, seluruh peserta diberikan materi menyangkut alur latihan, potensi risiko, karakteristik medan berlereng, hingga prosedur keselamatan yang wajib dipatuhi.
Induksi dibuat ketat—menyesuaikan standar operasi penyelamatan yang kerap digunakan dalam situasi sebenarnya.
Usai pembekalan, peserta langsung bergerak menuju titik latihan. Sepanjang hari, mereka menjalani simulasi evakuasi korban di medan terjal, latihan teknik tali, pemilihan jalur aman, dan pengecekan peralatan penyelamatan. Setiap tahap dievaluasi langsung oleh instruktur untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar keselamatan.
Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan, Sarkani, menyampaikan bahwa latihan ini menjadi momentum penting dalam menjaga kesiapan pasukan damkar Bontang.
“Latihan ini sangat krusial untuk meningkatkan profesionalitas personel.
Kolaborasi dengan PT Indominco Mandiri memberi pengalaman yang lebih nyata karena medan latihan benar-benar menyerupai kondisi saat operasi penyelamatan. Kami berharap kemampuan ini semakin terasah dan bermanfaat bagi pelayanan kedaruratan di Kota Bontang,” ujarnya.
Disdamkartan Bontang menegaskan latihan bersama seperti ini akan terus diperkuat. Selain menjadi ruang belajar lintas sektor, kegiatan tersebut dianggap mampu meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai situasi darurat di medan berat.



