KAREBAKALTIM.com, BONTANG — Suasana Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (30/9/2025), tampak semarak dan penuh semangat muda.
Wali Kota Bontang yang juga Bunda Genre, Neni Moerniaeni, secara resmi membuka kegiatan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Genre) Kota Bontang Tahun 2025.
Mengusung tema “Stop Stunting, Start Caring, Tanpa Fatherless, Generasi Berkualitas”, jambore ini diikuti 136 peserta dari 17 PIK Remaja.
Serta didukung oleh 27 panitia dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KAB) Kota Bontang bekerja sama dengan Forum Genre Kota Bontang.
Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BKKN Provinsi Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, Kepala Dinas DP3KAB Edy Forestwanto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe, Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, Trainer dan Narasumber, Reni Murni serta Ketua dan Pengurus Genre Indonesia Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Program Genre memiliki peran strategis dalam membangun karakter remaja.
Program ini tak hanya fokus pada penyuluhan usia ideal menikah dan perencanaan masa depan, tapi juga memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat.
“Success for tomorrow begins today. Kalau kalian ingin sukses, mulai hari ini harus punya cita-cita, belajar, dan berubah. Jangan pacaran di usia sekolah, karena itu justru bisa membuat kalian rapuh dan tergantung. Fokuslah pada diri sendiri dan prestasi,” tegas Wali Kota.
“Kami sedang mempersiapkan program pelibatan suami-istri dalam membangun ‘Rumah Bangga’. Keluarga yang sehat dan harmonis menjadi benteng pertama dari berbagai persoalan remaja, mulai dari mental health hingga kenakalan remaja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Wali Kota menyampaikan sejumlah isu strategis, mulai dari perubahan teknologi yang cepat, pentingnya memiliki karakter dan iman yang kuat, hingga bahaya gadget dan konten negatif.
la mengajak para peserta untuk menjadi generasi tangguh, yang tidak hanya cerdas tapi juga peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Program unggulan lain yang turut disampaikan adalah Beasiswa UKT Gratis bagi mahasiswa dari Bontang yang kuliah di kota tersebut. Beasiswa ini disalurkan langsung ke rekening mahasiswa agar tepat sasaran.
Tak lupa, Bunda Genre juga mengingatkan tentang usia ideal menikah, yakni 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki- laki, sebagai langkah penting mencegah stunting dan membentuk keluarga berkualitas.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah investasi untuk masa depan bangsa.
la berpesan agar para remaja menjauhi tiga hal: pernikahan dini, seks pranikah, dan narkoba.
“Jangan jadi generasi stroberi yang rapuh. Jadilah agen perubahan yang lahir dari keluarga berkualitas,” tegasnya.
Acara berlangsung meriah dengan adanya kuis interaktif dan sesi pemaparan materi dari narasumber.
Jambore Genre 2025 menjadi penegasan komitmen Pemkot Bontang dalam menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat, peduli, dan berkarakter kuat. (Adv)



