KAREBAKALTIM.COM, Samarinda – Menanggapi viralnya tagar “Indonesia Gelap” di media sosial yang mencerminkan kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa hal tersebut tidak berlaku di wilayah Benua Etam.
Dirinya menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk mengedepankan kebijakan yang pro rakyat, salah satunya melalui program pendidikan gratis yang mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Tentu saja #IndonesiaGelap tidak berlaku di Kaltim. Semua anak kita, mulai dari anak pedagang pentol, ibu sayur, hingga supir angkot, semua bisa sekolah gratis,” ujar Seno Aji saat berpidato di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (24/2/2025).
Orang nomor dua di Kaltim itu juga menegaskan, jika saat ini pemerintah provinsi meiki 16 program unggulan yang akan terus dikerjakan demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.
Dengan hadirnya program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang sebesar-besarnya bagi generasi muda untuk bereksplorasi hingga ke jenjang internasional.
Selain itu, Seno Aji mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan fokus membangun daerah dengan mengusung semangat “Kaltim Bersinar”. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan masa depan Kalimantan Timur yang cerah.
“Anak-anak muda Kaltim tidak perlu berkecil hati dengan hashtag Indonesia Gelap. Kaltim akan terus bersinar. Kaltim akan menjadi terang benderang,” tambahnya.
Terakhir, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam membangun provinsi ini menuju masa depan yang lebih baik. Sebab, Kalimantan Timur memiliki strategi dan komitmen kuat untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakatnya.
“Jangan pernah takut dengan kegelapan. Kita akan terus bersinar, Kaltim punya potensi luar biasa,” tandasnya.
Dengan berbagai program unggulan yang telah dicanangkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh warganya. (Bey)
