KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang mencatat penanganan intensif terhadap kemunculan hewan liar selama September 2025. Salah satu kasus terbanyak adalah evakuasi biawak yang masuk ke permukiman warga. Sepanjang bulan tersebut, petugas berhasil menangani 10 ekor biawak di berbagai titik wilayah kota.
Sebaran lokasi evakuasi mencakup Jalan Brigjen Katamso (Belimbing), Gang Selancar (Api-Api), Jalan Zamrut 3 (Berebas Tengah), Gang Piano 8 (Bontang Baru), Jalan Ir H Juanda (Tanjung Laut), Perum Bontang Permai (Api-Api), Jalan Pangeran Antasari (Berbas Pantai), Jalan Sultan Hasanuddin (Berbas Pantai), Jalan Kenangan (Tanjung Laut), serta Jalan HM Ardans (Satimpo).
Keberadaan satwa liar tersebut dinilai membahayakan karena memasuki area padat penduduk dan berpotensi menyerang hewan peliharaan warga. Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan kemunculan biawak kerap terjadi saat perubahan cuaca dan berkurangnya habitat alami.
“Wilayah permukiman yang berbatasan dengan rawa, sungai, dan lahan kosong menjadi jalur satwa liar mencari makan. Karena itu, kami cepat bertindak begitu laporan masuk,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Setiap operasi evakuasi biawak melibatkan 3 hingga 6 petugas dengan satu unit armada rescue. Waktu penanganan tercatat bervariasi, mulai dari yang tercepat 15 menit hingga terlama 45 menit, bergantung ukuran hewan dan kondisi lokasi.
“Teknik penanganan harus hati-hati karena biawak termasuk agresif, terutama bila merasa terancam,” tambah Amiluddin.
Usai diamankan, biawak dilepasliarkan ke lokasi aman yang jauh dari permukiman. Warga diimbau tidak mencoba menangkap sendiri demi menghindari luka gigitan atau cakaran.
Selain evakuasi biawak, Disdamkartan juga rutin melakukan rescue ular, pohon tumbang, hingga gangguan keamanan lainnya. Amiluddin mengapresiasi peran warga yang cepat melapor sehingga kejadian bisa ditangani sebelum menimbulkan risiko.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Lapor cepat, kami tindak cepat,” tutupnya.
Dengan hasil kerja tersebut, Disdamkartan Bontang menegaskan komitmen untuk terus menjaga keamanan lingkungan dan merespons setiap laporan masyarakat selama 24 jam penuh



