KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang kembali menunjukkan respons cepat dalam penanganan insiden non-kebakaran. Selama September 2025, Disdamkartan berhasil mengevakuasi 7 unit mobil yang mengalami kondisi darurat, mulai dari terjebak banjir hingga tercebur ke laut.
Rincian lokasi evakuasi meliputi Jalan Dewi Sartika, Bontang Kuala (dua kejadian), Jalan Jet Ski, Api-Api saat banjir, Jalan Pangandaran, Berbas Pantai setelah kendaraan tercebur ke laut, Jalan Cut Nyak Dien, Bontang Baru akibat mobil terperosok ke parit, kemudian Jalan R. Suprapto, Bontang Baru dan Jalan Tarakan, Kanaan.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan kasus kendaraan terjebak lingkungan ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. “Mobil yang terjebak banjir, masuk parit, atau bahkan tercebur ke laut membutuhkan teknik khusus dan koordinasi yang baik di lapangan. Keselamatan pengemudi adalah yang utama,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Dalam setiap operasi, Disdamkartan mengerahkan 5 hingga 15 petugas dengan 1 sampai 3 unit armada rescue. Proses penanganan tercepat tercatat hanya 5 menit, sedangkan penanganan terlama mencapai 2 jam 40 menit, bergantung kondisi medan, cuaca, dan posisi kendaraan.
Menurut Amiluddin, salah satu kejadian paling berisiko adalah mobil yang tercebur ke laut di kawasan pesisir Berbas Pantai. Petugas harus memastikan lokasi aman, mengatur lalu lintas air, hingga mengamankan kendaraan agar tidak menimbulkan bahaya lanjutan.
“Setelah evakuasi, kami juga mengingatkan pengemudi untuk lebih waspada, khususnya saat hujan lebat dan di jalan pesisir,” tambahnya.
Disdamkartan Bontang mengimbau warga untuk segera melapor apabila terjadi kondisi darurat yang melibatkan kendaraan, terutama saat banjir dan cuaca ekstrem. Langkah cepat pelaporan akan memudahkan petugas melakukan penyelamatan dengan risiko minimal.
Dengan total tujuh kendaraan berhasil ditangani, September 2025 menjadi salah satu periode padat operasi rescue kendaraan bagi Disdamkartan Bontang. Layanan ini menjadi bukti bahwa Damkar tidak hanya berurusan dengan kebakaran, tetapi juga sigap menangani berbagai insiden yang mengancam keselamatan warga di lapangan.



