KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memutuskan untuk menunda rencana pembelian klub sepak bola yang sebelumnya sempat dikaji sebagai langkah pengembangan prestasi olahraga daerah.
Keputusan ini diambil menyusul adanya penurunan signifikan dana transfer pusat yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan bahwa kondisi keuangan saat ini belum memungkinkan untuk membiayai akuisisi maupun operasional klub secara berkelanjutan jika hanya mengandalkan kerja sama dengan dunia usaha.
“Sekarang kita hold dulu. Kalau APBD masih 3,2 sampai 3,4 triliun mungkin kita bisa skema sharing dengan perusahaan. Tapi sekarang dana transfer turun lebih dari 50 persen, jadi kita tidak berani ambil risiko,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, pembelian klub sepak bola tidak hanya membutuhkan biaya awal, tetapi juga operasional yang besar dan berkelanjutan, termasuk biaya pertandingan dan pembinaan.
“Jangan sampai kita beli klub misalnya 3 miliar, tapi operasionalnya tidak mampu kita biayai, akhirnya jadi sia-sia,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen mengembangkan dunia sepak bola melalui kompetisi lokal. Tahun ini, pemerintah akan menggelar turnamen Wali Kota Cup antar kelurahan sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet muda.
“Kita fokus dulu kompetisi lokal. Tahun ini akan ada Wali Kota Cup antar kelurahan untuk menyegarkan pembinaan sepak bola di daerah,” katanya.
Selain itu, kompetisi serupa juga telah rutin dilaksanakan oleh pihak lain di Kota Bontang dan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga.
Agus Haris berharap, melalui turnamen tingkat lokal tersebut, akan muncul talenta-talenta muda yang nantinya bisa dibina lebih serius untuk membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
“Kalau memang ke depan memungkinkan, kita bisa bangun dari bawah. Pembinaan itu prosesnya panjang dan butuh biaya besar,” pungkasnya. (Adv)
