KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat hubungan dengan insan pers. Hal itu terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama media se-Bontang yang dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Wakil Wali Kota Agus Haris.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut juga dihadiri anggota DPRD Bontang, Heri Keswanto, serta sejumlah tokoh masyarakat Kota Taman.
Selain sebagai ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, pertemuan ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka antara pemerintah daerah dan insan pers terkait berbagai program pembangunan di Kota Bontang.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan pemerintah daerah. Salah satunya rencana konektivitas Bendungan Sungai Bontang dengan Water Treatment Plant (WTP) Kanaan guna memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Selain membahas program pembangunan, Neni juga menyinggung persoalan kemunculan buaya di kawasan Selambai yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi penanganan yang tepat.
“Buaya ini karena jenisnya amfibi jad bisa hidup di darat maupun di muara sungai. Namun di laut mereka tidak kuat, sehingga tidak sampai ke wilayah Beras Basah,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan media.
Menurutnya, peran media sangat vital dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah, terutama di era keterbukaan informasi saat ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman jurnalis yang telah meluangkan waktu hadir,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah membuka ruang kritik dari media sebagai bagian dari proses perbaikan kebijakan. Menurutnya, kritik yang konstruktif justru dibutuhkan agar kebijakan pemerintah tetap berada pada jalur visi dan misi pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak boleh anti kritik. Justru kami berharap teman-teman media bisa memberikan masukan jika ada kebijakan yang dinilai keluar dari rel visi dan misi, atau tidak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi,” tegasnya.
Melalui pertemuan tersebut, pemerintah berharap hubungan yang terjalin antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus diperkuat demi mendukung transparansi informasi serta pembangunan Kota Bontang yang lebih baik.(ADV)
