KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Rencana pembangunan lapangan mini soccer di setiap kelurahan di Kota Bontang dipastikan tetap berlanjut. Namun, pelaksanaan proyek tersebut tidak lagi ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melainkan akan diambil alih oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
Kepala Dinas PUPR Bontang, Much. Cholis Edy Prabowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi terlibat dalam tahap lanjutan pembangunan.
“Untuk pembangunan berikutnya bukan lagi di kami. Informasinya akan ditangani Disporapar,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia juga mengaku belum mengetahui besaran anggaran yang akan digelontorkan untuk proyek tersebut.
“Kalau soal anggaran, saya belum tahu berapa yang disiapkan untuk tahap selanjutnya,” tambahnya.
Program pembangunan lapangan mini soccer ini merupakan bagian dari janji politik Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris. Saat kampanye, keduanya menargetkan pembangunan fasilitas olahraga itu di seluruh kelurahan.
Dari total 15 kelurahan, hingga kini baru satu lokasi yang terealisasi, yakni di Kelurahan Satimpo, kawasan Hop 1, Kecamatan Bontang Selatan. Pembangunan di lokasi tersebut sebelumnya dilaksanakan oleh PUPR dengan anggaran sekitar Rp10,9 miliar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, keterlibatan PUPR saat itu karena pembangunan dilakukan dalam satu kawasan terpadu.
“Waktu itu PUPR yang bangun karena di kawasan itu juga ada RKM, Baznas, dan gedung PKK. Jadi sekalian lapangan ikut dibangun,” jelasnya.
Untuk rencana selanjutnya, ia menyebut setiap wilayah akan memiliki perencanaan berbeda, tergantung kesiapan lahan dan aspek tata ruang.
“Perencanaan tiap kelurahan tidak bisa disamakan, tergantung kondisi lahannya dan tata ruangnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat dua kelurahan yang telah memiliki lahan, yakni Tanjung Laut dan Berbas Pantai. Namun khusus Berbas Pantai, pembangunan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Karena itu kawasan reklamasi dan masih mengacu RTRW lama, jadi kita belum bisa keluarkan KKPR untuk lapangan. Kemungkinan ditunda dulu,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan bahwa realisasi pembangunan 15 lapangan mini soccer tetap harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Kita rencanakan, tapi tentu harus melihat kemampuan keuangan daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas olahraga tidak hanya fokus pada mini soccer, melainkan juga mencakup sarana olahraga lainnya.
“Bukan hanya mini soccer. Kita juga punya banyak rencana pembangunan fasilitas olahraga lain, ini program jangka panjang,” jelasnya.(ADV)
