KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) mulai menguatkan penanganan banjir dengan pendekatan berbasis data spasial.
Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agatha mengatakan bahwa melalui metode overlay atau penumpukan peta dari berbagai tahun kejadian, pemerintah mengidentifikasi wilayah yang terus terdampak banjir secara berulang.
Pendekatan ini digunakan untuk memastikan penanganan dilakukan tepat sasaran, terutama pada titik-titik yang hingga kini belum terselesaikan.
“Kalau satu lokasi terkena banjir di 2019, 2021, dan 2022 sekaligus, berarti itu prioritas penanganan karena belum tuntas,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Dengan analisis tersebut, pemerintah dapat melihat pola sebaran banjir sekaligus mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan. Wilayah yang terus muncul dalam peta banjir menjadi indikator bahwa intervensi sebelumnya belum maksimal.
Metode ini juga membantu dalam penyusunan kebijakan lanjutan agar lebih fokus pada akar permasalahan, bukan sekadar penanganan sementara.
Di sisi lain, besarnya anggaran yang telah dikucurkan untuk penanganan banjir belum dapat langsung diukur hasilnya. Pada 2025, anggaran yang dialokasikan mencapai hampir Rp250 miliar.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa dampak dari investasi tersebut membutuhkan waktu untuk terlihat secara utuh.
“Hasil penanganan tahun 2025 baru akan terlihat setelah data banjir 2026 lengkap,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, evaluasi penanganan banjir dilakukan dengan membandingkan data antar tahun. Program yang dijalankan pada satu tahun anggaran baru dapat dinilai efektivitasnya pada tahun berikutnya.
“Penanganan 2024 akan terlihat hasilnya di 2025, sementara program 2025 baru bisa dinilai melalui data 2026 secara penuh,” jelasnya.
Dengan skema evaluasi tersebut, pemerintah berharap setiap program yang dijalankan dapat terukur secara objektif dan berkelanjutan.
“Pendekatan berbasis data ini juga diharapkan mampu mempercepat penanganan banjir di wilayah-wilayah prioritas serta meminimalkan kejadian berulang di masa mendatang,” pungkasnya.(ADV)
