KAREBAKALTIM.com, Bontang – Curah hujan yang meningkat disertai angin kencang sepanjang Oktober 2025 membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang bekerja ekstra. Selama satu bulan terakhir, tercatat sebanyak 10 kejadian pohon tumbang dan pohon berpotensi tumbang berhasil ditangani di sejumlah wilayah Kota Bontang.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan seluruh laporan masyarakat terkait pohon tumbang telah ditangani dengan cepat dan aman.
“Selama Oktober ini, kami menangani total 10 kejadian pohon tumbang maupun rawan tumbang di beberapa kelurahan. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam seluruh penanganan tersebut,” ujar Amiluddin, Senin (3/11/2025).
Adapun lokasi evakuasi tersebar di berbagai titik, mulai dari kawasan Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota di Bontang Baru, Jalan WR Supratman di Tanjung Laut, Jalan M Roem di Bontang Lestari, Jalan Cipto Mangunkusumo di Gunung Elai, Kantor Disdukcapil Bontang Baru, Kampung Pagung Bontang Lestari, Jalan Pelabuhan III di Tanjung Laut Indah, Jalan Gendang di Bontang Baru, hingga Jalan Selat Lombok di Tanjung Laut.
Menurut Amiluddin, tantangan di lapangan cukup beragam. Proses penanganan tercepat bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 60 menit, sementara penanganan terlama mencapai 4 jam 30 menit.
“Biasanya yang lama itu kalau ukuran pohon besar, posisinya dekat bangunan warga atau jaringan listrik, sehingga butuh kehati-hatian,” jelasnya.
Dalam setiap kegiatan evakuasi, Disdamkartan Bontang mengerahkan 7 hingga 30 personel, dengan dukungan satu hingga empat unit armada sesuai tingkat kebutuhan di lapangan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama di musim hujan. “Jika ada pohon yang mulai miring, laporkan segera. Jangan tunggu sampai roboh dan membahayakan,” tegasnya.
Disdamkartan Bontang memastikan tetap siaga 24 jam untuk menerima laporan masyarakat. “Keselamatan warga adalah yang utama,” pungkas Amiluddin. (Adv)



