KAREBAKALTIM.con, BONTANG – Ajang Dispopar Cup menjadi pertandingan terakhir yang digelar di Lapangan Mini Soccer Hop 1, Kelurahan Satimpo, sebelum kawasan tersebut ditutup sementara untuk proyek penataan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, menyampaikan bahwa penutupan dilakukan seiring dimulainya pekerjaan fisik yang ditargetkan berkontrak pada awal Mei 2026.
“Target kami awal Mei sudah berkontrak. Setelah itu kawasan akan ditutup untuk pengerjaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek penataan di kawasan Hop 1 tidak hanya mencakup lapangan mini soccer, tetapi juga pembangunan berbagai fasilitas penunjang olahraga dan ruang publik.
Di antaranya pembangunan jogging track, lapangan voli, playground, hingga akses jalan di sekitar lokasi.
“Ini bukan hanya lapangan, tapi termasuk jogging track, lapangan voli, playground, dan jalan di kawasan itu,” jelasnya.
Dengan dimulainya proyek tersebut, aktivitas olahraga sementara waktu akan dihentikan. Oleh karena itu, pelaksanaan Dispopar Cup menjadi momentum terakhir masyarakat memanfaatkan fasilitas yang ada sebelum ditutup.
“Dispopar Cup ini jadi laga terakhir sebelum kita tutup awal Mei mendatang,” pungkasnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), proyek lanjutan kawasan HOP 1 ini memiliki anggaran sekitar Rp17,5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bontang.
Dengan pengembangan ini, kawasan HOP 1 diarahkan menjadi ruang publik terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga area rekreasi masyarakat.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang telah menyelesaikan pembangunan tahap awal lapangan mini soccer HOP 1 pada akhir 2025 dengan anggaran sekitar Rp10,5 miliar, termasuk fasilitas penunjang dan infrastruktur dasar kawasan. (Adv)
