KAREBAKALTIM.com, Bontang – Angka kebakaran di Kota Bontang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang, Amiluddin, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tak lepas dari masifnya program sosialisasi yang dijalankan hingga ke tingkat RT dan sekolah.
Hal ini diungkapkannya dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi Masyarakat Kecamatan Bontang Utara, Kamis (27/11/2025) di Aula Kelurahan Bontang Kuala.
“Kami tidak hanya bekerja saat kebakaran terjadi, tetapi jauh sebelumnya, yakni lewat edukasi. Sosialisasi kami masuk ke sekolah, kelurahan, pengajian, hingga perusahaan,” jelasnya.
Menurut Amiluddin, Damkar Bontang menerapkan pendekatan khusus untuk pendidikan keselamatan bagi anak usia dini seperti PAUD, TK, dan SD. Ia bahkan mewajibkan kehadiran orang tua dan guru.
“Kalau anak-anak saja yang datang, yang masuk cuma tiga: mau lihat ular, naik mobil Damkar, dan foto-foto. Yang harus kami edukasi itu orang tuanya dan gurunya,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya setiap sekolah yang berkunjung diwajibkan membawa orang tua dan guru dalam jumlah yang sama.
“Kalau 50 murid datang, 50 orang tua harus ikut. Karena materi pencegahan kebakaran itu buat orang dewasa,” katanya.
Hasilnya, lanjut Amiluddin, kebakaran besar di Kota Bontang hampir tidak ada pada 2025. “Memang ada kejadian kecil, tapi cepat tertangani karena masyarakat sigap dan tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa relawan kebakaran kini telah ditempatkan di wilayah kepulauan seperti Selangan, Gusung, Malahing, dan Tihi-Tihi. Setiap pulau telah dilengkapi dengan alat pemadam api ringan.
“Itu semua hasil dari edukasi dan kolaborasi. Tanpa masyarakat, Damkar tidak akan mampu bekerja sendirian,” pungkasnya. (Adv)




