KAREBAKALTIM.com – DPRD Kota Bontang menyoroti peningkatan anggaran bahan bakar minyak (BBM) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mencapai Rp800 juta untuk tahun 2024. Kenaikan ini menjadi sorotan karena sebelumnya, kebijakan penarikan tong sampah diharapkan dapat menghemat biaya operasional.
Dengan adanya peningkatan anggaran tersebut, DPRD merasa perlu untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mengenai penggunaan anggaran ini agar dapat digunakan secara efisien dan tepat sasaran.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan, mengungkapkan bahwa pihaknya belum melakukan pembahasan secara rinci. Terkait anggaran tersebut akibat keterbatasan waktu saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
“Pembahasan APBD-P kemarin sangat terbatas, hanya empat hari karena keterbatasan waktu. Namun, kenaikan anggaran BBM ini akan menjadi perhatian kami dalam rapat kerja dengan Komisi C nantinya,” ujar Andi Faiz.
Politikus Partai Golkar ini menambahkan bahwa kemungkinan peningkatan anggaran ini terkait dengan penambahan armada di DLH. Namun, hal ini belum dapat dipastikan hingga dilakukan rapat kerja.
“Kami belum tahu secara detail apakah ada penambahan armada yang memengaruhi kenaikan anggaran,” jelasnya.
Rapat kerja DPRD Bontang dijadwalkan akan segera dilakukan pada pekan depan, bersamaan dengan pembahasan APBD 2025. Andi Faizal berencana untuk mendengarkan temuan dan keluhan masyarakat terkait isu ini.
“Catatan dan temuan dari masyarakat yang berkembang di lapangan akan kami bawa ke pembahasan. Semua hal ini penting untuk evaluasi ke depan,” tambahnya.
Peningkatan anggaran BBM ini cukup mengejutkan. Terutama mengingat sebelumnya kebijakan penarikan tong sampah dari jalanan diharapkan dapat mengurangi biaya operasional DLH.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa anggaran justru meningkat, yang menimbulkan pertanyaan di kalangan publik dan anggota DPRD.
Andi Faizal memastikan bahwa DPRD akan terus memantau penggunaan anggaran di DLH agar sesuai dengan kebutuhan dan efisien.
“Kami akan memastikan bahwa anggaran yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tandasnya.
Dengan adanya evaluasi ini, DPRD berharap dapat memberikan rekomendasi yang tepat agar penggunaan anggaran di Dinas Lingkungan Hidup dapat lebih optimal dan bermanfaat bagi masyarakat Bontang.
Penulis : Aji
