KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 dan syukur tahunan Gereja Toraja Jemaat Kanaan di Bontang Barat berlangsung meriah dengan suguhan devile budaya yang menonjolkan kekayaan tradisi dan semangat kebersamaan.
Mengusung tema “Harmoni dalam Kesatuan”, kegiatan yang digelar Sabtu (25/4) ini diwarnai partisipasi 14 sektor dan 4 Organisasi Intra Gereja (OIG). Masing-masing menampilkan spanduk serta kostum kreatif yang mencerminkan identitas dan kekompakan jemaat.
Suasana semakin semarak saat barisan devile memasuki area perayaan dengan iringan musik tradisional Ma’lambuk khas Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Irama tetabuhan tersebut menghadirkan nuansa sakral sekaligus penuh sukacita sebagai ungkapan rasa syukur.
Dari rangkaian devile, sektor Galilea dan Miri berhasil meraih penilaian terbaik dari Andi Sofyan Hasdam yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutannya mengapresiasi kemeriahan perayaan yang dinilai mampu mempererat persatuan di tengah keberagaman.
Menurutnya, tema yang diusung sejalan dengan nilai toleransi dan kebersamaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Peran tokoh agama sangat penting dalam membina umat yang rukun dan saling menguatkan. Ini menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga spiritual dan emosional,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan tokoh agama serta mendorong sinergi dengan lembaga keagamaan sebagai mitra pembangunan daerah.
Selain itu, kondisi wilayah Kanaan yang semakin kondusif turut menjadi perhatian. Wali Kota mengajak jemaat untuk terus menjaga persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud nyata rasa syukur.
Sementara itu, Ketua Panitia, Misi Saratu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Bontang sehingga rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan penuh makna.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum syukur, tetapi juga ajang memperkuat harmoni dan identitas budaya di tengah masyarakat yang majemuk. (Adv)
