KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Rencana menjadikan Waduk Kanaan sebagai destinasi wisata baru di Kota Bontang harus kandas. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memutuskan membatalkan proyek bernilai ratusan miliar rupiah itu karena dinilai terlalu membebani keuangan daerah.
Awalnya, Waduk Kanaan akan dipercantik melalui konsep “My Stone” sebagai ikon wisata sekaligus tonggak sejarah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, proyek tersebut membutuhkan skema pembiayaan multi years yang harus melalui persetujuan DPRD dan disahkan dalam rapat paripurna.
“Konsepnya sebenarnya untuk pertumbuhan ekonomi, tapi karena dananya tidak ada dan ini proyek multi years, akhirnya dibatalkan juga secara paripurna,” ujarnya saat ditemui awak media, Senin (7/3/2026).
Ia mengungkapkan, kebutuhan anggaran proyek tersebut mencapai ratusan miliar rupiah dalam jangka waktu lima tahun. Bahkan pada tahap awal, dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp150 hingga Rp200 miliar.
Meski demikian, pemerintah tetap berupaya melanjutkan penanganan Waduk Kanaan melalui dukungan program dari pemerintah provinsi, khususnya untuk pendalaman waduk.
“Yang penting waduk tetap diperdalam lewat program provinsi. Selama ini juga kita banyak dibantu,” tambahnya.
Ia menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan anggaran pada sektor-sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Ketiga sektor tersebut dipastikan tidak akan mengalami pemangkasan anggaran.
“Yang jelas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat tetap jadi prioritas utama,” tegasnya.(ADV)
