KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Beragam laporan unik dan tak terduga diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang sepanjang Oktober 2025. Selain menangani kebakaran dan evakuasi hewan liar, petugas damkar juga harus membantu warga yang mengalami kejadian tak biasa, yakni cincin dan alat pemeras jeruk yang tersangkut di jari.
Dua kejadian tersebut berlangsung di Markas Komando (Mako) Damkar Bontang Kuala masing-masing pada 28 Oktober dan 31 Oktober 2025. Warga datang langsung ke Mako untuk meminta bantuan karena jarinya mengalami pembengkakan sehingga cincin dan alat rumah tangga yang menempel sulit dilepaskan.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, membenarkan adanya dua kegiatan penyelamatan tersebut. Menurutnya, meskipun terdengar sepele, kondisi benda tersangkut di jari sangat berisiko bila tidak segera ditangani.
“Kalau dibiarkan, bisa menyebabkan gangguan aliran darah, bengkak, bahkan luka serius. Karena itu, kami menyarankan warga segera datang ke Damkar daripada mencoba melepas sendiri dengan cara yang justru membahayakan,” ujar Amiluddin, Senin (3/11/2025).
Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan khusus agar jari tidak terluka. Proses pelepasan cincin membutuhkan waktu sekitar 15 menit, sementara pelepasan alat pemeras jeruk memakan waktu 17 menit. Sebanyak lima personel rescue dikerahkan untuk memastikan tindakan berjalan aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, dua-duanya berhasil kami tangani tanpa menimbulkan luka pada warga. Keselamatan warga tetap jadi prioritas,” tegasnya.
Sepanjang Oktober 2025, Disdamkartan Bontang tidak hanya menangani insiden berskala besar, tetapi juga kejadian kecil yang bisa berdampak pada keselamatan warga. Mulai dari evakuasi hewan liar, penanganan pohon tumbang, membuka kendaraan terkunci, hingga kejadian-kejadian unik seperti ini.
Amiluddin menambahkan bahwa masyarakat tak perlu ragu memanfaatkan layanan Damkar untuk kondisi darurat nonkebakaran. “Kami siap melayani 24 jam. Damkar bukan hanya pemadam api, tapi juga penyelamat warga,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan rumah tangga, serta menghindari memakai cincin saat aktivitas berat yang bisa memicu bengkak pada jari. “Lebih baik mencegah daripada menyesal. Kalau sudah terlanjur, serahkan kepada petugas,” tutupnya



