KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Pelaksanaan proyek jaringan gas (jargas) di sejumlah wilayah Kota Bontang mendapat sorotan dari Komisi B DPRD Bontang. Dewan meminta kontraktor pelaksana meningkatkan pengamanan di titik-titik galian demi mencegah risiko kecelakaan bagi masyarakat.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam menilai pengerjaan galian pipa di beberapa lokasi masih minim tanda peringatan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menurutnya, setiap pekerjaan galian seharusnya disertai pengamanan yang jelas agar masyarakat, khususnya pengendara roda dua dan pelajar, dapat lebih waspada saat melintas.
“Jangan sampai jalan digali tanpa ada penanda yang jelas karena itu bisa membahayakan masyarakat yang melintas,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia juga meminta kontraktor tidak terburu-buru membuka galian apabila pekerjaan belum siap dilakukan di lokasi tersebut.
“Kalau memang belum dikerjakan, sebaiknya jangan dulu dibuka galiannya. Tapi kalau sudah mulai pekerjaan, pengaman dan tandanya harus lengkap,” tegasnya.
Selain aspek keselamatan, Rustam mengingatkan kontraktor agar bertanggung jawab mengembalikan kondisi jalan setelah proyek selesai dikerjakan.
Ia menegaskan, jalan yang sebelumnya dalam kondisi baik harus direkondisi kembali agar tidak merugikan masyarakat.
“Jalan yang sudah bagus tentu harus dikembalikan seperti semula setelah pekerjaan selesai. Itu bagian dari tanggung jawab pelaksana,” katanya.
Sementara itu, Construction Manager PT Noorwl Idea Mulia, Mulia Munir, menjelaskan proses pemasangan jaringan gas dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari survei, pengukuran, penggalian, hingga pemasangan pipa.
Menurutnya, proses rekondisi jalan juga tetap dilakukan meski pengerjaannya dilakukan bertahap di sejumlah titik.
“Kami tetap melakukan rekondisi jalan setelah pemasangan. Memang ada beberapa tahapan pekerjaan yang membuat prosesnya dilakukan berulang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kontraktor juga telah memasang barikade pengaman di area pekerjaan. Namun, beberapa di antaranya kerap berpindah atau hilang karena berada di ruang publik.
“Pengamanan sebenarnya sudah dipasang, hanya saja kadang barikade yang ada di lapangan bergeser atau hilang,” pungkasnya. (Adv)
