KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk kembali mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai simbol emansipasi, pendidikan, dan kesetaraan bagi kaum perempuan. Semangat perjuangan Kartini dinilai tetap relevan di era modern, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan bahwa tema peringatan tahun ini, “Kartini Masa Kini, Perempuan Bontang Bersaing di Era Digital”, mencerminkan dorongan agar perempuan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Perempuan saat ini dituntut untuk melek teknologi, kreatif, inovatif, serta mampu memanfaatkan arus informasi digital sebagai peluang, bukan ancaman. Hal tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Kartini yang juga dirangkaikan dengan seminar pemberdayaan perempuan.
Ia menegaskan bahwa peran perempuan sangat strategis dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
“Perempuan adalah madrasah pertama dan pendidik utama di dalam keluarga yang akan menentukan karakter generasi masa depan. Di sisi lain, perempuan juga merupakan motor penggerak ekonomi kerakyatan dan agen perubahan sosial di masyarakat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan perempuan menghadapi era digital yang terus berkembang. Menurutnya, peran perempuan sangat strategis dan diharapkan dapat terus tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya saing tinggi, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah, sejalan dengan visi Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra IKN.
“Di era digitalisasi ini, perempuan dituntut untuk melek teknologi, bersikap adaptif terhadap perubahan, serta mampu berpikir kreatif dan inovatif. Arus informasi digital tidak boleh dilihat sebagai ancaman, melainkan harus kita manfaatkan sebagai peluang besar untuk berkembang,” sebutnya.
Lebih lanjut, Pemkot Bontang menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui berbagai program, seperti pelatihan keterampilan berbasis digital, pembinaan dan akses permodalan bagi UMKM, hingga peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
“Kita ingin memastikan bahwa transisi Kota Bontang menuju smart city dan mitra IKN selalu melibatkan peran aktif kaum perempuan di dalamnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengapresiasi pelaksanaan seminar yang digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini.
“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan serius untuk mengambil manfaat yang maksimal. Kepada para narasumber, kami titipkan harapan agar dapat memberikan wawasan praktis dan inspirasi yang menggugah semangat para perempuan Bontang,” katanya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada perempuan di Kota Bontang agar terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan teknologi.
“Teruslah belajar, jangan pernah takut tertinggal oleh teknologi, dan hadapilah setiap perubahan dengan rasa percaya diri. Mari kita perkuat kolaborasi dan saling mendukung satu sama lain,” pungkasnya. (Adv)
