KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan para pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Menurutnya, kemajuan industri harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Peringatan May Day tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”, yang dinilai mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah industri seperti Bontang.
Neni menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan aspek keadilan sosial bagi para pekerja.
Ia menyampaikan bahwa sektor industri di Bontang, khususnya gas dan kondensat, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun di sisi lain, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat.
“Dalam kondisi seperti sekarang, kita harus semakin memperkuat kolaborasi. Pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan, tetapi kesejahteraan masyarakat dan pekerja juga harus menjadi prioritas,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Ia mengungkapkan bahwa dana transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan sekitar 25 persen dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2027. Kondisi tersebut turut diperparah dengan adanya defisit anggaran dalam APBD 2026.
Selain itu, keterbatasan kewenangan daerah juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan program pembangunan di Kota Bontang.
Meski demikian, Neni menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan tugas dan tanggung jawabnya kepada masyarakat. Ia memastikan semangat pembangunan tidak akan melemah meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan fiskal.
“Dalam situasi apa pun, pemerintah tetap akan hadir dan bekerja untuk masyarakat. Komitmen kita adalah memastikan pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan warga terus meningkat,” pungkasnya.(ADV)
