KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Bontang mulai menunjukkan dampak positif, terutama dalam efisiensi anggaran operasional.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut penerapan pola kerja fleksibel tersebut mampu menekan pengeluaran rutin, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan konsumsi harian pegawai, tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik.
“Dengan WFH, penggunaan kendaraan dinas otomatis berkurang, begitu juga biaya konsumsi. Ini cukup signifikan kalau diterapkan secara konsisten,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, semakin banyak aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja dari rumah, maka semakin besar pula potensi penghematan yang bisa dicapai pemerintah daerah.
Meski fokus pada efisiensi, Pemkot memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal. Hingga saat ini, Agus mengaku belum menerima laporan atau keluhan terkait gangguan pelayanan selama kebijakan WFH berlangsung.
“Kalau komunikasi antar OPD berjalan baik, pelayanan tetap bisa optimal,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar ASN tetap menjaga disiplin selama menjalankan WFH. Para pegawai diminta tetap fokus bekerja dari rumah dan tidak menyalahgunakan fleksibilitas yang diberikan.
“WFH bukan berarti bebas, tapi tetap bekerja sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.
Pemkot Bontang menilai kebijakan ini sebagai salah satu strategi menekan belanja operasional tanpa harus mengurangi kualitas layanan publik, sekaligus mendorong pola kerja yang lebih efisien di lingkungan birokrasi.(ADV)
