KAREBAKALTIM.com, Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menindaklanjuti laporan masyarakat terkait genangan air yang sempat terjadi di area RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Peristiwa tersebut bahkan dikabarkan sempat mengganggu area pelayanan rumah sakit dan menjadi perbincangan masyarakat.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, mengatakan pihaknya telah menerima laporan masyarakat disertai rekaman video yang memperlihatkan kondisi genangan air di lingkungan rumah sakit tersebut.
Menyikapi laporan itu, pemerintah daerah langsung meminta instansi terkait melakukan pengecekan di lapangan.
“Selain persoalan pelayanan kesehatan, tadi juga muncul persoalan lain yaitu banjir di area rumah sakit yang sempat ramai dibicarakan. Saya juga sudah menerima video terkait hal tersebut,” ujarnya, Rabu (11/3).
Pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan instansi teknis untuk menelusuri penyebab banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) diminta turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap sistem drainase di kawasan rumah sakit.
Dari hasil penelusuran awal, ditemukan adanya masalah pada saluran pembuangan air di sekitar area rumah sakit. Kondisi saluran yang telah berusia lama diduga membuat aliran air tidak berjalan optimal saat hujan dengan intensitas tinggi.
Waris menjelaskan, saluran pembuangan besar yang berada di sekitar rumah sakit menjadi salah satu titik yang bermasalah. Di sepanjang sisi saluran tersebut terdapat batu-batu yang dipasang sejak puluhan tahun lalu.
“Sebagian batu itu sudah jatuh sehingga menghambat aliran air menuju ujung saluran. Akibatnya air tersumbat dan ketika hujan deras terjadi genangan hingga banjir,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan menangani persoalan ini secara bertahap melalui koordinasi dengan instansi teknis.
Selain penanganan jangka pendek, evaluasi terhadap sistem drainase di kawasan tersebut juga akan dilakukan sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Ia menyebutkan kemungkinan perbaikan permanen terhadap saluran tersebut baru dapat dilakukan pada 2027.
“Saya sudah meminta Dinas PU untuk segera melakukan inspeksi dan mencari solusi. Jika melihat kondisi secara keseluruhan, kemungkinan perbaikan permanen bisa dilakukan pada tahun 2027,” katanya.
Sambil menunggu perbaikan permanen, langkah darurat diminta segera dilakukan agar genangan tidak kembali terjadi. Salah satunya dengan membersihkan saluran air agar aliran dapat kembali berjalan lancar.
“Untuk penanganan darurat, saya sudah minta agar saluran itu segera dibersihkan terlebih dahulu. Jika perlu menggunakan alat berat supaya aliran air kembali lancar,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga berencana meninjau langsung kondisi di lapangan guna memastikan langkah penanganan berjalan sesuai rencana.
Upaya ini dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit umum milik Pemkab PPU ini.
“Persoalan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, kasihan masyarakat jika banjir sampai masuk ke area rumah sakit bahkan hingga ke ruang pendaftaran,” pungkasnya. (Bey)
