KAREBAKALTIM.com, JAKARTA – Wacana Pilpres 2029 yang bergulir terlalu dini ditanggapi dingin PDI Perjuangan. Partai ini tak mau ikut-ikutan. Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, partainya ingin fokus pada penyelesaian persoalan rakyat ketimbang membahas kontestasi elektoral jelang Pemilian Presiden (Pilpres) 2029.
Hal ini disampaikan Hasto merspons partai-partai politik yang mulai memperbincangkan Pilpres 2029, termasuk Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengusulkan duet Prabowo Subianto-Zulkifli Hasan.
“Kita lihat dalam sektor pendidikan, penanganan bencana yang juga belum selesai, ketidakadilan di dalam mendapatkan kehidupan yang layak secara kemanusiaan itu masih terjadi, ya lebih baik kita fokus untuk menyelesaikan masalah-masalah rakyat,” kata Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Rabu (11/2) dikutip Kompas.
Menurut Hasto, masih terlalu dini untuk membicarakan pasangan calon yang akan berlaga pada Pilpres 2029 karena pemilu adalah agenda rutin yang punya jadwal tersendiri. Namun, ia meyakini bahwa setiap partai politik sudah punya strategi masing-masing untuk menghadapi agenda lima tahunan tersebut.
“Pemilu tanpa kita bahas sekarang, itu akan terjadi lima tahunan. Setiap partai sudah menyiapkan suatu strategi-strategi baik secara organik, ya melalui kekuatan di dalam partainya sendiri untuk tumbuh dan berkembang maupun juga strategi dengan melihat setiap momentum politik untuk dijawab melalui strategi politik dari masing-masing partai,” ujar dia.
Ia menegaskan, bagi PDI-P, kontestasi politik seharusnya dimaknai sebagai upaya menghadirkan prestasi bagi rakyat, bukan sekadar persaingan elektoral. “Jadi kontestasi adalah kontestasi mencapai prestasi bagi rakyat, bukan kontestasi di dalam sekadar berbicara elektoral yang memang waktunya itu sudah terjadwal dan masih lama. Itu sikap dari PDI Perjuangan,” ujar Hasto. (int)
