KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang hingga kini masih menghadapi hambatan ketika melakukan pemadaman di kawasan permukiman padat. Kendaraan operasional berukuran besar tidak mampu menembus sejumlah gang sempit, sehingga upaya pemadaman kerap bergantung pada penyambungan selang dari titik terdekat.
Dalam beberapa kasus, petugas harus menggelar selang hingga puluhan meter sebelum bisa mencapai titik api. Kondisi tersebut mengurangi kecepatan respon dan menambah tantangan di lapangan. Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengakui kendala itu masih menjadi pekerjaan besar bagi jajarannya. “Kendala kami masih belum bisa mengakses armada untuk masuk ke jalanan yang sempit, jadi kami masih menggunakan selang panjang yang harus digelar dan disambung terlebih dahulu. Ini agak repot,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Melihat kebutuhan tersebut, Disdamkartan mulai menyusun rencana pengadaan armada berukuran kecil. Unit roda empat yang lebih ringkas dinilai dapat menembus area yang sulit dilalui, sehingga pemadaman bisa dilakukan lebih cepat sebelum api membesar.
Amiluddin menegaskan bahwa kehadiran armada kecil itu akan menjadi penguat sistem respons darurat, terutama di wilayah yang akses jalannya tidak memungkinkan dilalui kendaraan besar. “Perencanaan masih mau tambah armada kecil untuk di jalanan yang sempit, jalanan yang tidak bisa diakses oleh armada besar. Jadinya nanti armada kecil ini bisa masuk ke lokasi, dan suplayer bantuan air tetap dari mobil tangki di luar,” tutupnya.




