KAREBAKALTIM.com, Penajam Paser Utara – Wacana penerapan work from anywhere (WFA) di setiap hari Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) dari pemerintah pusat menuai sorotan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai kebijakan tersebut belum tentu efektif jika diterapkan di tingkat kabupaten yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan, kondisi daerah dengan keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan kebijakan.
“Kebijakan WFA di setiap Jumat ini masih perlu dikaji lebih matang, terutama dampaknya terhadap pelayanan publik,” ujar Mudyat Noor, Kamis (2/4) Kemarin.
Menurutnya, pemerintah kabupaten dan kota merupakan pihak yang langsung berhadapan dengan masyarakat, sehingga keberadaan ASN di kantor masih sangat dibutuhkan.
“Kalau ASN bekerja dari rumah, nanti masyarakat bisa menilai negatif. Dibilang makan gaji buta, tunjangan tinggi tapi tidak terlihat bekerja. Ini yang harus dipikirkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi terganggunya pelayanan publik jika WFA diterapkan, khususnya pada hari kerja yang padat aktivitas layanan.
Mudyat bilang, keberadaan ASN harus tetap selaras dengan jam operasional layanan masyarakat, seperti perbankan.
“Kalau bank buka tapi ASN tidak ada, masyarakat pasti komplain. Pelayanan itu kuncinya di situ,” katanya.
Sebagai alternatif, ia mengusulkan pola kerja yang lebih produktif tanpa harus menerapkan WFA penuh. Salah satunya dengan membagi waktu kerja ASN antara di kantor dan turun langsung ke masyarakat.
“Misalnya pagi sampai siang ASN kerja di kantor, setelah itu turun ke lapangan melakukan pembinaan, pendataan, atau pengabdian sesuai bidang masing-masing. Itu lebih terasa manfaatnya,” jelasnya.
Menurutnya, skema tersebut tidak hanya menjaga kualitas pelayanan, tetapi juga dinilai lebih efektif dalam mendukung efisiensi, termasuk penghematan bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau hanya WFA, penghematan mungkin tidak seberapa. Tapi kalau ASN turun ke masyarakat, manfaatnya jauh lebih besar, baik dari sisi ekonomi maupun pelayanan,” pungkasnya. (Bey)
