KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco segera memasuki tahap akhir sebelum dioperasikan.
Peninjauan dilakukan di kawasan Ex Void Indominco, tepatnya pada fasilitas Water Treatment Plant (WTP) dan offtake ini bertujuan untuk memastikan seluruh infrastruktur dan sistem pendukung telah siap sebelum memasuki tahap uji coba operasional. Tahapan commissioning test menjadi krusial karena akan menguji performa sistem secara menyeluruh, mulai dari pengolahan hingga distribusi air ke wilayah layanan.
Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rachmad, menegaskan bahwa proyek SPAM Regional Indominco merupakan salah satu prioritas pemerintah provinsi dalam meningkatkan layanan dasar kepada masyarakat.
“Peninjauan ini penting untuk memastikan seluruh kesiapan teknis berjalan optimal. Kami ingin pada saat commissioning test nanti, semua sistem sudah benar-benar siap dan bisa berfungsi sesuai perencanaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, menyampaikan bahwa kehadiran SPAM Regional Indominco menjadi solusi strategis dalam menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Bontang dan sekitarnya.
“Proyek ini menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Melalui kolaborasi lintas daerah dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami optimistis SPAM Regional Indominco dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa selama ini kebutuhan air bersih di beberapa wilayah masih menghadapi tantangan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun distribusi. Oleh karena itu, keberadaan SPAM regional dinilai akan sangat membantu meningkatkan cakupan pelayanan.
“Dengan adanya SPAM ini, diharapkan distribusi air menjadi lebih merata dan kapasitas layanan meningkat, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain itu, keterlibatan berbagai pihak dalam proyek ini menunjukkan kuatnya sinergi antar pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar.
“Rencananya akhir April ini dilakukan commissioning, dan Mei bisa di resmikan,” tukasnya. (Adv)
