KAREBAKALTIM.com, Bontang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang kembali melakukan operasi penyelamatan terhadap satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman. Kali ini, seekor buaya berhasil dievakuasi dari wilayah Gunung Elai pada Senin (7/10/2025) malam.
Evakuasi dilakukan di kawasan Jalan Tangkuban Perahu, Perum Bukit Sekatup Damai (BSD), Gunung Elai pada pukul 20.40 Wita setelah adanya laporan dari warga yang melihat keberadaan buaya di sekitar permukiman.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan tim langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. “Begitu laporan masuk, tim langsung kami kerahkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung sekitar 60 menit dan alhamdulillah berjalan lancar tanpa adanya korban,” ujar Amiluddin, Senin (3/11/2025).
Ia menjelaskan, sebanyak 10 personel Disdamkartan diterjunkan dalam operasi tersebut dengan dukungan satu unit kendaraan operasional. Proses penangkapan dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat buaya merupakan hewan buas dengan tingkat risiko yang tinggi.
“Medannya cukup menantang karena berada di sekitar permukiman yang minim pencahayaan. Petugas harus memastikan keselamatan diri sendiri sekaligus warga sekitar,” terangnya.
Menurut Amiluddin, kemunculan buaya di kawasan permukiman kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan habitat dan kondisi lingkungan sekitar. Terlebih, wilayah Gunung Elai dikenal memiliki kawasan rawa dan aliran air yang menjadi habitat alami satwa liar.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dekat kawasan rawa, sungai, atau parit besar.
“Jika melihat buaya atau hewan liar berbahaya lainnya, jangan melakukan penangkapan sendiri. Segera hubungi Disdamkartan agar dapat ditangani secara profesional,” tegasnya.
Tidak hanya itu, warga juga diminta mengurangi aktivitas di sekitar lokasi kejadian untuk sementara waktu pasca-evakuasi, guna memastikan tidak ada satwa lain yang berkeliaran.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kerja sama warga sangat dibutuhkan agar kejadian serupa bisa ditangani cepat dan aman,” pungkas Amiluddin. (Adv)




