KAREBAKALTIM.com, Samarinda — Wali Kota Samarinda meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bhayangkari , Jumat (13/2/2026). Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak, pengentasan stunting, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, Andi Harun menekankan bahwa dapur SPPG bukan sekadar tempat memasak, melainkan infrastruktur strategis untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Kehadiran SPPG menjadi bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintah pusat guna memastikan anak-anak sekolah mengonsumsi makanan yang sehat, bergizi, dan berkualitas.
“Dapur SPPG harus dijalankan dengan standar operasional yang ketat, mulai dari kebersihan, higienitas, kualitas bahan baku, hingga ketepatan distribusi. Quality control harus diterapkan dari hulu sampai hilir,” kata Andi Harun.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), manajemen waktu, serta pengelolaan pengiriman dan limbah. Menurutnya, kepatuhan pada protokol menjadi kunci untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan, seperti keracunan makanan.
Dapur SPPG Bhayangkari Polresta Samarinda, lanjut Andi Harun, merupakan kepanjangan tangan yang bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, termasuk ibu hamil dan balita. Karena itu, seluruh proses layanan harus berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya meminta agar kualitas makanan yang didistribusikan kepada anak-anak terus dijaga. Protap jangan keluar dari ketentuan Badan Gizi Nasional, baik dari sisi standar pelayanan, gizi, bahan baku, hingga pengiriman,” ujarnya.
Selain aspek gizi, Andi Harun berharap pengelola dapur SPPG dapat memberdayakan masyarakat sekitar dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya setempat.
Dengan beroperasinya dapur SPPG Bhayangkari Polresta Samarinda, Pemerintah Kota optimistis program pemenuhan gizi dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.(RAP)
