KAREBAKALTIM.con,BONTANG – Pemerintah mulai melakukan terobosan dalam penyediaan air bersih di Kota Bontang. Untuk pertama kalinya, kota ini mulai memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air baku guna mengurangi ketergantungan terhadap air bawah tanah.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan commissioning test terpadu Bendung Sungai Bontang yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edy Prabowo mengatakan, pembangunan Bendung Sungai Bontang memiliki fungsi utama sebagai penyediaan air baku untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan air permukaan menjadi langkah penting dalam sistem penyediaan air baku di Bontang. Selama ini kebutuhan air masyarakat masih didominasi oleh pemanfaatan air bawah tanah.
“Pemanfaatan air permukaan melalui Bendung Sungai Bontang menjadi terobosan penting dalam sistem penyediaan air baku di Kota Bontang. Selain meningkatkan kapasitas layanan air bersih, langkah ini juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air di masa mendatang,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, commissioning test terpadu dilakukan untuk memastikan seluruh sistem infrastruktur, mulai dari bendung, pompa hingga instalasi pengolahan air dapat berfungsi optimal sebelum dioperasikan secara penuh.
“Ini masih menunggu uji coba selesai. Setelah itu air akan dialirkan ke Water Treatment Plant (WTP) di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan Bendung Sungai Bontang nantinya mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan air minum serta memperkuat ketahanan air di Kota Bontang.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa ke depan Bontang tidak lagi bisa sepenuhnya bergantung pada sumber air bawah tanah.
“Saat ini kita tidak lagi bisa mengandalkan air bawah tanah. Ke depan juga menunggu proyek dari Indominco rampung,” pungkasnya.(ADV)



