KAREBAKALTIM.com, JAKARTA – Dampak serangan AS-Israel ke Iran makin terasa di Indonesia. Utamanya menyangkut ketersediaan pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM).
Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menghemat konsumsi BBM di dalam negeri. Salah satu opsi yang kini sedang dikaji adalah penerapan sistem Work From Home (WFH) serta kemungkinan pemangkasan hari kerja bagi sebagian sektor.
Langkah ini muncul sebagai respons terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi pasokan dan harga energi. Pemerintah ingin memastikan penggunaan BBM di Indonesia tetap terkendali sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam rapat kabinet, dikutip suaradotcom, Presiden meminta para menteri untuk mempelajari berbagai skenario penghematan energi yang bisa diterapkan tanpa mengganggu produktivitas. Salah satu gagasan yang dibahas adalah mengurangi mobilitas harian masyarakat melalui pola kerja jarak jauh.
Selain WFH, pemerintah juga mempertimbangkan opsi pengurangan hari kerja sebagai upaya menekan penggunaan kendaraan dan konsumsi bahan bakar. Dengan mobilitas yang lebih rendah, diharapkan kebutuhan BBM nasional dapat berkurang secara signifikan.
Pemerintah juga mempelajari pengalaman beberapa negara yang pernah menerapkan kebijakan serupa saat menghadapi tekanan energi. Model kerja fleksibel dinilai mampu mengurangi konsumsi energi sekaligus menjaga efisiensi operasional. Meski demikian, kebijakan ini masih berada dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.
Pemerintah akan melakukan analisis mendalam untuk memastikan setiap langkah yang diambil tetap mendukung pertumbuhan ekonomi serta kenyamanan masyarakat.
Ke depan, berbagai opsi penghematan energi akan terus dievaluasi agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global tanpa membebani masyarakat secara berlebihan. (int)
