Tunda Peresmian Pasar Pagi, Andi Harun: Ini Demi Keselamatan Warga

KAREBAKALTIM.com, SAMARINDA— Wali Kota Samarinda menegaskan bahwa peresmian sejumlah proyek infrastruktur kota tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Ia memilih menunda pembukaan fasilitas apabila masih ditemukan potensi persoalan di lapangan, termasuk pada kawasan dan tahap II.

Andi Harun mengatakan, dirinya terbiasa melakukan pengecekan langsung hingga ke detail terkecil sebelum memutuskan meresmikan sebuah proyek.

“Saya terbiasa walaupun mereka sudah menyatakan selesai, saya biasa memeriksa yang kecil-kecil,” ujar Andi Harun, Senin (16/3/2026).

Menurut dia, penundaan peresmian Pasar Pagi dilakukan karena pemerintah kota memprediksi masih ada sejumlah persoalan yang berpotensi muncul jika pasar tersebut langsung dibuka.

Ia mencontohkan, salah satu masalah yang menjadi perhatian adalah persoalan tempias air hujan yang sebelumnya belum dianggarkan penanganannya.

“Contohnya saya tunda peresmian seperti di Pasar Pagi. Itu saya tunda karena saya prediksi masih akan ada masalah, karena pada saat itu tidak disediakan anggaran,” katanya.

Ia menambahkan, Pasar Pagi baru akan diresmikan setelah persoalan tersebut benar-benar diselesaikan, termasuk memastikan kondisi para pedagang yang akan menempati pasar sudah tertata dengan baik.

“Untuk itu saya akan resmikan kalau masalah tempias itu sudah selesai. Kemudian jika sudah selesai, masalah pedagang juga,” ucapnya.

Sementara itu, untuk pembangunan Teras Samarinda tahap II, Andi Harun menyebut dirinya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan setelah proses Final Hand Over (FHO) dari kontraktor selesai.

Ia menegaskan tidak ingin hanya mengandalkan laporan tertulis dari pelaksana proyek, melainkan memastikan sendiri kondisi fasilitas tersebut secara langsung.

“Kalau untuk Teras tahap II nanti setelah mereka sudah Final Hand Over (FHO), saya akan ke lapangan dulu untuk lihat. Saya tidak terbiasa hanya melihat laporan tertulis,” katanya.

Ia bahkan menilai pemeriksaan detail penting dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian konstruksi yang terlewat.

“Saya lihat siapa tahu masih ada satu atau dua baut yang belum terpasang, cat masih terkelupas. Pokoknya kita turun lapangan,” ujar Andi Harun.

Setelah pengecekan dilakukan, pemerintah kota akan memutuskan apakah fasilitas tersebut sudah layak dibuka untuk masyarakat atau masih perlu perbaikan tambahan.

“Kalau memungkinkan kita buka. Kalau tidak memungkinkan, ya saya akan tetap tidak buka,” katanya.

Menurut Andi Harun, keputusan tersebut diambil karena keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah kota dalam membuka fasilitas publik.

“Karena jauh lebih penting saya pertimbangkan keselamatan warga,” pungkasnya.(RAP)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
22,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles