KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 miliar pada tahun ini.
Program yang rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali ini dinilai efektif dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut bahwa selain fokus pada pembangunan infrastruktur, TMMD juga mencakup penguatan sumber daya manusia, termasuk kegiatan bela negara dan pemberdayaan masyarakat. Program ini melibatkan TNI, Polri, serta masyarakat setempat dalam pelaksanaannya.
“Alhamdulillah, kita sangat mendukung karena program ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat. Pekerjaannya juga relatif cepat selesai,” ujarnya pada awak media, Rabu (22/4/2026).
Pelaksanaan TMMD umumnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Hal ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan pengerjaan melalui kontraktor yang bisa memakan waktu hingga tiga sampai enam bulan, tergantung pada kontrak dan mekanisme pelaksanaan.
Keunggulan lainnya, pengerjaan dalam TMMD dapat dilakukan secara intensif dari pagi hingga malam hari. Meski demikian, perhitungan anggaran tetap mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun oleh dinas terkait, sehingga tetap sesuai dengan standar yang berlaku.
Ke depan, pemerintah membuka peluang pelibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur melalui program TMMD. Namun, tidak semua proyek dapat dikerjakan melalui skema tersebut. Hal ini mempertimbangkan keberlangsungan usaha para kontraktor lokal dan pelaku ekonomi masyarakat.
“Kalau semuanya dikerjakan secara swakelola memang bagus, tapi kita juga harus memikirkan pelaku usaha lokal agar tetap hidup,” jelasnya.(ADV)
