KAREBAKALTIM.com, JAKARTA — Media nasional di Israel melaporkan bahwa Jenderal Amir Hatami, Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran, telah tewas dalam serangkaian serangan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Namun, otoritas Iran belum mengkonfirmasi klaim tersebut.
Dikutip CNBC dari Caliber, serangan yang dimulai pada hari ini dilaporkan menargetkan beberapa lokasi di Teheran. Ledakan terdengar di seluruh ibu kota Iran, dengan ledakan juga dilaporkan di beberapa lokasi lain di seluruh negeri.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian juga mengatakan AS telah memulai “operasi tempur besar-besaran” di Iran setelah serangan rudal Israel. Sementara itu, para pejabat Iran telah memperingatkan akan adanya pembalasan, dengan salah satu pejabat mengatakan kepada Reuters bahwa tanggapan negara itu “akan menghancurkan.”
Presiden AS Donald Trump mengakui keterlibatan militer AS dalam operasi tempur besar-besaran di Iran. Dia menuding Iran telah berupaya membangun kembali program nuklirnya.
Dalam sebuah video yang diunggah di Truth Social, Trump mengatakan kepada Garda Revolusi Islam untuk meletakkan senjata mereka.
“Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti,” kata Trump, dikutip dari the Guardian, Sabtu (28/2).
Trump menuduh Iran mengembangkan rudal jarak jauh yang mengancam AS dan negara lain. Trump mengatakan, AS akan menghancurkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah dan memusnahkan angkatan laut mereka. Hingga berita ini diturunkan, sambungan seluler dan Internet di Iran mati total. Serangan rudal diarahkan ke kota Teheran dan Isfahan.
Dikutip dari SINDOnews, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak berada di Teheran saat kejadian serangan. Ia telah dipindahkan ke “lokasi aman.” Hal tersebut diungkapkan seorang pejabat Iran mengkonfirmasi kepada Reuters.
Sementara itu, dari dalam negeri, Pemerintah Indonesia merespons eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Kementerian Luar Negeri RI, menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan perdamaian dengan memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang bertikai.
“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri di akun X, Sabtu (28/2) dikutip tirto.
Indonesia memandang situasi ini berpotensi mengancam stabilitas kawasan serta perdamaian dunia. Dalam keterangan resminya, Kemlu RI menegaskan komitmen presiden untuk terlibat langsung dalam upaya de-eskalasi, bahkan jika harus mengunjungi langsung Iran.
“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Indonesia secara tegas menyesalkan jalan buntu dalam negosiasi yang memicu agresi militer ini. Pemerintah Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri demi mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan kerusakan infrastruktur yang lebih luas.
Adapun, di tengah memanasnya situasi, pemerintah mengimbau para WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi resmi. (int/bs)
