Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Kaltim, Dayang Donna Faroek dan jajarannya beraudiensi kepada Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, di Rumah Dinas Pendopo Odah Etam, beberapa waktu lalu.
Dalam audiensi tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Perindagkop UKM Kaltim Heni Purwaningsih dan Kepala Biro Perokonomian Setdaprov Kaltim Iwan Darmawan.
Di kesempatan itu, Pj Gubernur Akmal Malik menuturkan berdasarkan tugas pokok Kadin yakni memberikan fasilitas penciptaan sinergi antar pengusaha Indonesia pada pemenuhan kebutuhan sumber daya.
Selain itu juga mengadakan komunikasi, konsultasi serta advokasi bersama pemerintah dalam rangka untuk mewakili kepentingan di dunia usaha.
“Kepada Kadin diharapkan menjadi mitra pemerintah dan ikut berperan aktif dalam berbagai program pembangunan, bukan saja untuk Provinsi Kaltim, tetapi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang sekarang proses pembangunannya terus berlangsung,” ucapnya.
Salah satu yang jadi perhatian yakni pembangunan pertanian dalam artian yang luas.
Hal itu menurutnya sangat penting demi memberikan dukungan Kaltim sebagai lumbung pangan. Sehingga mampu memberikan kontribusi pada katahanan pangan di Kaltim maupun IKN kedepannya.
“Yang menjadi perhatian adalah bagaimana lahan-lahan pertanian yang tersebar di wilayah masing-masing kabupaten dan kota bisa terus menghasilkan pangan,” tuturnya.
Maka diperlukan adanya upaya optimal dalam meningkatkan pengairan lahan pertanian. Ini merupakan salah satu tugas Kadin yakni bagaimana caranya agar dapat bekerjasama dengan pihak lain demi meningkatkan hasil pertanian yang ada di Kaltim.
Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Faroek menerangkan masalah kelembagaan Kadin hanya ada satu dan ada Kepresnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia menyerahkan titipan berupa Peta Jalan Emas Indonesia 2024 untuk IKN.
“Kita juga berbicara terkait pengembangan ekonomi, harapannya sebagai mitra, kita harus berbenah dan bisa mensupport IKN,” ujarnya.
Berdasarkan arahan Pj Gubernur Kaltim, Kadin harus dapat mengimbangi serta memberikan kontribusi bagi pembangunan dengan menjalin kerjasama dengan investor supaya mau berinvestasi di Kaltim maupun di IKN.
(Eny/Advertorial/Diskominfo Kaltim)
