KAREBAKALTIM.com, Sulut — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) dan berdampak hingga Maluku Utara (Malut), Kamis (2/4/2026) Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 1,25° Lintang Utara – 126,27° Bujur Timur, sekitar 129 km tenggara Bitung, dengan kedalaman 62 km.
Gempa ini berjenis megathrust akibat aktivitas subduksi lempeng di Laut Maluku. Guncangan sangat terasa di Manado, Bitung, Minahasa Utara, Ternate, Halmahera, hingga sebagian Gorontalo. Warga panik berhamburan keluar rumah, dengan durasi getaran mencapai sekitar 1–2 menit.T
Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami dengan status Siaga di beberapa, SEwilayah pesisir Sulut dan Malut. Namun, BMKG telah resmi mencabut peringatan dini tsunami karena ancaman gelombang besar tidak terjadi.Tsunami kecil tercatat di beberapa lokasi, seperti Minahasa Utara, Belang, Sidangoli, dan Halmahera Barat.
Akibat gempa, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban adalah perempuan berusia sekitar 71 tahun di Manado, yang tertimpa reruntuhan bangunan.
BMKG mencatat puluhan gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5.Kepala BMKG dan pihak BPBD setempat mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan. Warga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta tidak mendekati pantai jika ada imbauan lanjutan dari otoritas setempat.
Situasi saat ini sudah relatif kondusif, namun monitoring terus dilakukan oleh BMKG, Basarnas, dan BNPB.
Pasca kejadian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dilaporkan segera terbang ke Sulawesi Utara. Sebelumnya, ia memimpin rapat koordinasi Bersama jajaran dengan pemerintah daerah yang terdampak. (int)
