KAREBAKALTIM.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai bergerak cepat menata sektor pariwisata dengan menjadikan Pulau Gusung sebagai destinasi prioritas.
Langkah ini diambil untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan potensi wisata yang dinilai masih belum optimal.
Bupati PPU Mudyat Noor telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar segera menyusun konsep pengelolaan yang matang dan terstruktur.
Ia menilai Pulau Gusung memiliki daya tarik besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Pulau Gusung harus segera dikelola dengan baik karena potensi pendapatannya cukup besar. Kita minta dinas terkait menyiapkan perencanaan yang jelas,” ujar Mudyat, Rabu (1/4).
Ia mengungkapkan, minat wisatawan terhadap Pulau Gusung mulai terlihat, seiring hadirnya paket wisata dari Balikpapan dengan tarif sekitar Rp500 ribu per orang.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa destinasi tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih serius.
Menurutnya, pengembangan Pulau Gusung tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, khususnya terumbu karang dan ekosistem laut.
Penambahan sarana pendukung juga menjadi bagian penting dalam menarik lebih banyak wisatawan.
Pulau Gusung yang berada di perairan sekitar Pantai Tanjung Jumlai menyuguhkan panorama alam yang masih alami. Air lautnya yang jernih berpadu dengan keindahan bawah laut yang kaya akan biota menjadikan kawasan ini sangat potensial, terutama bagi wisatawan pecinta diving.
Keindahan terumbu karang yang masih terjaga, serta beragam ikan hias yang hidup bebas di perairannya, menjadi daya tarik tersendiri.
Suasana pulau yang tenang dan jauh dari keramaian juga menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati ketenangan alam.
Mudyat menegaskan, pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Ia optimistis, dengan perencanaan yang tepat, sektor ini dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di PPU.
Untuk mempercepat realisasi, Pemkab PPU juga membuka peluang koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terutama terkait perizinan dan pengelolaan kawasan laut.
“Kita akan segera bahas bersama dinas terkait agar skema pengelolaannya bisa berjalan dengan baik dan cepat direalisasikan,” tutupnya. (Bey)
