KAREBAKALTIM.com, BONTANG — Ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai 32 juta ton. Angka ini meningkat sekira 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ekspor komoditas tersebut diperkirakan mencapai $35 miliar atau setara hampir Rp600T.
Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Hadi Sugeng Wahyudiono, mengatakan peningkatan ekspor terjadi meski industri sawit menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam negeri maupun pasar global.
“Untuk ekspor kita alhamdulillah masih bisa tumbuh 9,5 persen menjadi 32 juta ton, di mana tahun lalu sekira 29 juta ton, sehingga nilai ekspor kita mencapai $35 miliar atau hampir Rp600 triliun rupiah,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026) kemarin dikutip dari suaradotcom.
Hadi menilai industri sawit nasional masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tekanan global. Hambatan yang muncul di pasar internasional memang berdampak pada peningkatan biaya dan waktu pengiriman, namun ekspor tetap mampu tumbuh.
“Meskipun banyak sekali hambatan-hambatan yang sifatnya global, sawit tetap bisa memenuhi, sawit tetap bisa eksis, dan tetap ekspor kita itu meningkat. Cuma permasalahannya mungkin nambah biaya, nambah waktu,” ucapnya.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan sektor sawit masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian nasional karena kontribusinya terhadap devisa negara dan penyerapan tenaga kerja.
“Industri sawit benar-benar sebagai penopang ekonomi nasional. Ini yang sebenarnya menjadi, dalam tanda kutip, harus benar-benar menjadi perhatian. Perhatian bersama,” katanya.
Menurut GAPKI, saat ini Indonesia mengekspor produk sawit ke 177 negara. Kinerja ekspor yang tetap tumbuh dinilai menunjukkan daya tahan industri sawit meski menghadapi tantangan global dan kebijakan domestik. (int)
