KAREBAKALTIM.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Agus Haris mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menangani banjir di lingkupnya.
Menurutnya banjir yang selama ini menjadi momok semua pihak sudah mulai berkurang. Beberapa titik rawan sudah ditindaklanjuti, seperti pembersihan drainase, normalisasi sungai hingga perbaikan dan pembangunan turap.
“Benar, memang sekarang banjir sedikit demi sedikit mulai berkurang. Sudah tidak separah kemarin-kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/9/2023).
Dengan berkurangnya volume banjir cukup menunjukkan visi misi pemerintah untuk menangani persoalan tersebut telah dilaksanakan dengan baik. Banjir telah berhasil diurai.
Politisi yang akrab disapa AH ini bilang, selanjutnya pemerintah tinggal memaksimalkan lagi sungai-sungai dan lainnya yang belum tersentuh perbaikan. Terlebih masa bakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang akan berakhir.
“Cukup baik. Sesuai visi misi Basri Rase-Najirah, 2025 Bontang bebas banjir,” sebutnya.
Ia pun meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lebih intens melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan yang rawan banjir. Sehingga Kota Bontang bisa bebas banjir sesuai visi misi tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan, lantaran bisa mengakibatkan air tersumbat.
“Masyarakat juga harus sadar apalagi yang bermukim di pesisir atau bantaran sungai. Bagaimana menjaga lingkungan agar tidak banjir, buang sampah sembarangan kan bisa memicu banjir,” tutupnya.
Diketahui Wali Kota Bontang, Basri Rase mengklaim selama masa jabatannya terlah berhasil mengurai banjir di Kota Taman (sebutan lain Kota Bontang). Bahkan capaiannya sebesar 40 persen. (adv)
Penulis: Mira
