27.1 C
Bontang
Rabu, Desember 1, 2021
spot_img

Audit BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2020 Nyatakan Likuiditas Sehat dan Hasil Investasi Positif

KAREBAKALTIM.com – Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sudah mewabah sejak 2 tahun silam dan membuat perekonomian nasional merosot. Kendati begitu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) masih dapat membukukan kinerja dengan sangat baik.

Hal tersebut tertuang dalam Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP) yang secara resmi diumumkan pada hari ini, Senin (31/5/2021) di Plaza BPJAMSOSTEK. Yang turut dihadiri jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK.

Laporan Keuangan BPJS Ketenagakerjaan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Razikun Tarkosunaryo (member of MSI Global Alliance) dan meraih opini WTM (Wajar Tanpa Modifikasian). Sementara Laporan Pengelolaan Program (LPP) JHT, JP, JKK, dan JKM dinyatakan telah sesuai dengan kriteria penyajian berdasarkan kriteria pada Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2013.

Selain itu, publikasi hasil audit LK-LPP BPJAMSOSTEK untuk tahun 2020 juga dapat diselesaikan lebih cepat dari yang ditentukan regulasi, yakni pada 31 Juli 2021.

Hal itu lantas mendapatkan apresiasi dari Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK, Muhammad Zuhri. Ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak manajemen BPJAMSOSTEK. Atas penyampaian Laporan Keuangan yang dilakukan lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami mampu menyampaikan transparansi pengelolaan melalui publikasi hasil audit satu bulan lebih cepat dari target regulasi. Ini merupakan salah satu capaian manajemen BPJAMSOSTEK periode 2021-2026 dan menjadi langkah awal yang perlu diapresiasi,” ujar Zuhri.

Adapun hasil dari audit LK dan LPP BPJAMSOSTEK menyatakan Aset Dana Jaminan Sosial (DJS) yang terdiri dari Dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) dapat tumbuh hingga 13 persen.

Capaian itu diraih meski terdapat peningkatan klaim JHT hingga 22 persen sebagai dampak dari pandemi Covid-19, adanya kebijakan Relaksasi Iuran dengan potongan hingga 99 persen selama 6 bulan. Selain itu, tingkat Kesehatan Keuangan DJS maupun Badan BPJAMSOSTEK selama tahun 2020 juga dinyatakan dalam kondisi yang aman dan sehat.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, pertumbuhan DJS ini antara lain ditopang kinerja investasi BPJAMSOSTEK tahun 2020. Capaian dana investasi aset DJS ini tumbuh hingga 13,16% YoY, dengan hasil investasi tumbuh sebesar 11,42 persen YoY.

“Aset DJS yang dikelola BPJAMSOSTEK meningkat 13 persen. dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp483,78 triliun. Jika ditambah dengan Aset Badan dari BPJAMSOSTEK sebesar Rp15,8 triliun, maka sampai dengan penghujung tahun 2020 secara total BPJAMSOSTEK mengelola aset sebesar Rp499,58 triliun”, ujar Anggoro.

Ditilik dari sisi manfaat kepada peserta, selain memberikan imbal hasil investasi yang baik tersebut, sepanjang tahun 2020 BPJAMSOSTEK telah membayarkan klaim atau pembayaran jaminan sebesar Rp36,45 triliun kepada 2,9 juta peserta. Besaran pembayaran klaim tersebut meningkat sebesar 22,64 persen.

Anggoro mengatakan bahwa BPJAMSOSTEK mengutamakan pengelolaan dana yang bersih dan akuntabel. Predikat WTM dari kantor akuntan independen merupakan indikasi bahwa pengelolaan keuangan telah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

“Sepanjang tahun, selain diawasi oleh KAP independen, kami juga diawasi secara ketat oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan KPK. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meyakinkan seluruh peserta dan stakeholder bahwa dana peserta yang sangat besar dikelola dengan sangat baik, prudent dan transparan untuk dikembalikan kepada peserta dengan hasil yang optimal”, tutur Anggoro

Dengan berbagai capaian ini, Anggoro merasa masih bisa dan perlu dilakukan peningkatan di berbagai aspek, seperti peningkatan kapasitas layanan kepada peserta dan akuisisi atau coverage kepesertaan hingga 37 juta tenaga kerja aktif.

Pihaknya juga akan lebih fokus pada inisiatif strategis pada tahun 2021 dan tahun-tahun selanjutnya. Seperti implementasi program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), sesuai mandat dari Undang-undang Cipta Kerja. Dan melakukan optimalisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2021 untuk meningkatkan coverage kepesertaan.

“Terima kasih yang setinggi-tingginya kami ucapkan kepada stakeholder kami, seperti Kemnaker, DJSN dan Kemenkeu, serta pihak lainnya atas dukungannya sehingga kami dapat melewati tahun 2020 dengan baik. Semoga program jaminan sosial ketenagakerjaan yang kami selenggarakan dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang optimal bagi seluruh pekerja di Indonesia,” pungkas Anggoro.

Ditambahkan Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK, Asep Rahmat Suwandha, menyampaikan dalam hal cakupan perlindungan kepesertaan, sampai dengan akhir tahun 2020, tercatat sebanyak 50,7 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

Dengan rincian 30 juta tenaga kerja peserta aktif dan 684 ribu pemberi kerja aktif. Sementara kontribusi iuran yang terkumpul sepanjang tahun 2020 yakni sebesar Rp73,26 triliun. Dari jumlah iuran tersebut, semua pembayaran klaim sepanjang tahun 2020 bahkan cukup dibayarkan hanya dengan iuran yang diterima.

“Semua program DJS yang dikelola BPJAMSOSTEK dalam kondisi likuditas baik, terlihat dari pembayaran klaim dapat diselesaikan hanya dengan iuran tahun berjalan,” jelas Asep.

Selanjutnya Asep memaparkan, dari pendapatan investasi yang direalisasikan mencapai Rp32,33 triliun. Sehingga dapat memberikan imbal hasil kepada peserta JHT sebesar 5,59 persen p.a, yang lebih tinggi dari bunga rata-rata deposito counter rate bank pemerintah sebesar 3,68 persen p.a.

Sebagai tambahan, hasil pengembangan investasi JHT di BPJAMSOSTEK tersebut tidak dikenakan pajak, sedangkan bunga deposito di perbankan dikenakan pajak sebesar 20 persen.

Di tempat berbeda, Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bontang, Ramdani, mengatakan turut berbangga dengan pencapaian manajemen atas audit tersebut.

“Kami selalu berkomitmen dalam mendukung pencapaian kinerja manajemen tersebut, melalui prinsip-prinsip good governance yang selalu kami terapkan selaku perlaksana di wilayah. Semoga pencapaian tersebut akan berkelanjutan di tahun depan dan pekerja mendapat manfaat yang optimal dari program jaminan sosial ketenagakerjaan,” harapnya. (*)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,044FansSuka
3,038PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles