DPRD Bontang Dorong Penyederhanaan Perizinan agar Pelaku Usaha Lokal Tak Kehilangan Peluang Investasi

KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Anggota Komisi B DPRD Bontang, Ridwan, mendorong pemerintah untuk terus menyederhanakan proses perizinan investasi agar pelaku usaha lokal mampu menangkap berbagai peluang industri yang berkembang di Kota Bontang.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang. Menurut Ridwan, kemudahan perizinan menjadi faktor penting agar masyarakat, khususnya putra daerah, tidak kalah bersaing dalam memanfaatkan peluang bisnis yang muncul seiring masuknya investasi baru.

Ridwan menilai Bontang memiliki prospek besar sebagai kawasan industri. Karena itu, masyarakat lokal harus dipersiapkan sejak sekarang agar dapat menjadi pelaku usaha yang mampu memenuhi kebutuhan industri, mulai dari sektor pengolahan hingga jasa pendukung.

“Kalau investasi terus masuk ke Bontang, maka putra daerah harus bisa menangkap peluang itu. Jangan hanya menjadi penonton. Perizinan harus dipermudah supaya mereka berani membuka usaha,” ujarnya,

Ia kemudian membagikan pengalamannya saat mendampingi proses perizinan usaha milik keluarganya di bidang minyak goreng. Menurutnya, seluruh tahapan, mulai dari pengurusan izin produksi, sertifikasi halal hingga izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), memakan waktu hampir dua tahun.

Meski melalui proses panjang, usaha tersebut akhirnya berhasil beroperasi dengan merek Sarunai dan kini telah dipasarkan di sejumlah jaringan minimarket di Kalimantan Timur.

Ridwan mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan produk lokal Bontang mampu bersaing di pasar modern. Bahkan, usaha itu telah menyerap puluhan tenaga kerja.

“Kalau usaha seperti ini terus berkembang, lapangan pekerjaan juga bertambah. Itu yang harus kita dorong bersama,” katanya.

Ia mengaku sempat mempertimbangkan memindahkan pengembangan usahanya ke wilayah Kutai Timur karena menilai proses perizinan di daerah tersebut lebih cepat. Menurutnya, kondisi itu seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah agar investasi tetap tumbuh di Bontang.

Ridwan juga menyoroti rencana hadirnya sejumlah industri baru di Bontang, termasuk pengembangan industri petrokimia dan turunannya. Menurutnya, keberadaan industri tersebut akan melahirkan banyak peluang usaha baru, seperti sektor pengemasan, kosmetik, sabun hingga berbagai industri pendukung lainnya.

“Kalau nanti ada pabrik-pabrik baru berdiri, pasti muncul kebutuhan usaha turunannya. Peluang itu harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bontang,” tuturnya.

Selain itu, Ridwan meminta persoalan perizinan bangunan, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), turut menjadi perhatian pemerintah. Ia menilai proses pengurusannya masih terlalu rumit sehingga berpotensi menghambat investasi.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan mekanisme pelayanan yang lebih cepat dan sederhana tanpa mengurangi aspek kepatuhan terhadap regulasi.

“Jangan sampai orang yang ingin berinvestasi justru mundur karena proses perizinannya berbelit. Kalau syaratnya sudah lengkap, pelayanan juga harus bisa lebih cepat sehingga investasi tidak tertunda,” pungkasnya. (Adv)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
22,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles