KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Pendekatan kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan kembali ditekankan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Ia mengingatkan jajaran RSUD Taman Husada untuk menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, tanpa terhalang persoalan administrasi seperti kepesertaan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, rumah sakit bukan sekadar institusi pelayanan, tetapi juga representasi nilai kemanusiaan. Karena itu, setiap pasien yang datang harus dipastikan mendapatkan penanganan terlebih dahulu, terutama dalam kondisi darurat.
“Yang paling penting itu nyawa pasien. Jadi harus dilayani dulu, soal administrasi bisa menyusul,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menilai masih ada kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kemungkinan penolakan layanan akibat belum memiliki BPJS. Hal ini, menurutnya, harus dihilangkan agar masyarakat tidak ragu untuk segera mencari pertolongan medis saat dibutuhkan.
Lebih jauh, Neni menekankan bahwa pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga sikap dan empati dalam melayani. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, tanpa membedakan latar belakang pasien.
“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa takut datang ke rumah sakit. Semua harus dilayani dengan baik, dengan hati,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, juga siap hadir untuk membantu proses administrasi bagi pasien yang belum memiliki BPJS. Dengan demikian, masyarakat tetap bisa mendapatkan hak pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani di awal.
Melalui penegasan ini, ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin meningkat, sekaligus memastikan tidak ada lagi warga yang terlambat mendapatkan penanganan hanya karena kendala administrasi.(ADV)
